Tahun Ketiga UNBK, SMAN Longkib Sangat Butuh Sejumlah Infrastruktur

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Memasuki tahun ketiga mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019, SMAN 1 Longkib, Desa Darul Aman, Kec. Longkib, Kota Subulussalam hingga kini dipastikan sangat membutuhkan sejumlah infrastruktur pendukung demi semakin efektifnya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).


Foto : Dasar Wasiso, Kepala SMAN 1 Longkib
Kepala SMAN 1 Longkib, Dasar Wasiso kemarin menjelaskan, pengadaan puving block seluas 450 meter persegi di halaman sekolah itu sangat mendesak. Alasannya, saat musim hujan halaman sekolah becek dan licin sehingga pengguna sepeda motor bahkan mobil kewalahan melintas.

Tak cuma itu, kondisi ini diakui bahkan berakibat kepada kegiatan KBM, terlebih pada musim hujan. "Mendesak pembuatan puving blok," jelas Wasiso di sela-sela mengikuti Musrenbang Kec. Longkib di aula Setcam itu pekan lalu.

Kebutuhan lain yang tak kalah penting menurut Wasiso adalah pembuatan pagar seluas 20.000 meter persegi, ruang parkir, gedung perpustakaan dan laboratorium fisika.


Menyangkut tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dari unsur PNS, diakui kebutuhan 17 orang. Meski saat ini jumlah itu sudah tercapai, persoalannya hanya sembilan orang PNS dan delapan lainnya Non PNS, dua diantaranya tenaga kependidikan. Dijelaskan, sebanyak 11 orang kekurangan guru PNS di sana meliputi bidang studi Bahasa Indonesia, PPKn, Matematika, Kimia, Konseling, Geografi, Sosiologi, Sejarah, Seni Budaya dan dua orang tenaga kependidikan.

Ditambahkan, tahun ketiga UNBK di sana, total alumni tahun pelajaran 2016-2017 dan 2017-2018 masing-masing 42 siswa dan tahun ini 47 siswa. Dengan kondisi ini, total alumni hingga tahun ini mencapai 131 siswa. Pada UNBK 2018-2019 ini, pihaknya menyediakan dua unit server, utama dan dan cadangan, dengan total clien 30 unit.

Yakin pembinaan sekolah ini semakin baik ke depan, Wasiso dan jajarannya berharap agar pemerintah dan dinas terkait secara bertahap bisa memenuhi tuntutan sekolah yang letaknya berjarak sekira 35 km dari pusat Kota Subulussalam dengan kondisi sejumlah titik jalan dan jembatan masih sangat memprihatinkan. 

"Dengan terpenuhi kebutuhan infrastruktur dan tenaga pendidik, saya yakin semua akan lebih baik, prestasi siswa bisa meningkat," jelas Wasiso menambahkan, 147 siswa saat ini di sana spesialis pada jurusan IPA dan IPS. [] L24-013 (Khairul)
Diberdayakan oleh Blogger.