Puluhan Mahasiswa "Geruduk" Kantor Bupati Aceh Tamiang

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Tamiang (AMT) dari berbagai Universitas gelar Unjuk Rasa di depan Kantor Bupati Aceh Tamiang, Senin (22/04).


Mediasi di tengah derasnya hujan antara Pemkab Aceh Tamiang dengan Aliansi Mahasiswa Tamiang terkait Kejelasan Beasiswa Prestasi dan Kurang Mampu | Dok-Razzaq

Unjuk Rasa itu dilakukan akibat dari tidak adanya kejelasan terkait realisasi Beasiswa untuk Mahasiswa Prestasi dan Kurang Mampu dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Padahal seluruh syarat pengajuan Beasiswa tersebut telah dipenuhi, bahkan puluhan mahasiswa sudah menandatangani Surat pernyataan di atas materai, namun hingga kini beasiswa itu hanya harapan semu.

Koordinator Aksi, Andre Pratama, dalam orasinya menyampaikan bahwa unjuk rasa ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap kinerja pemerintah Aceh Tamiang yang memandang sebelah mata peran mahasiswa, padahal mahasiswa adalah penyeimbang dalam penyelenggaraan roda pemerintahan, sehingga seyogyanya pemerintah daerah juga memperhatikan kebutuhan mahasiswa,  salah satunya Beasiswa.

Aksi ini, kata Andre bukan tanpa alasan, sebelumnya mereka sudah melakukan Audiensi sebanyak 3 kali, namun pertemuan hanya sebatas formalitas tanpa ada titik terang.


Amiruddin saat menyampaikan Tuntutannya dihadapan Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang | Dok-Razzaq

Oleh sebab itu, kami menuntut agar Bupati Aceh Tamiang, selaku orang tua kami untuk menandatangani 3 petisi yang menjadi keinginan kami. Pertama kami meminta agar Pemerintah Aceh Tamiang merealisasikan bantuan Beasiswa Prestasi dan kurang mampu. Kedua menuntut agar seluruh mahasiswa yang sudah mendaftarkan beasiswa dan dinyatakan lulus dan sudah menandatangani pernyataan di atas materai 6.000 wajib dikeluarkan seluruh dananya. 

"Ketiga apabila tuntutan kami tidak direalisasikan dalam jangka waktu 10 hari terhitung sejak 22 April 2019, maka Bupati bersedia untuk turun dari jabatannya" pungkas Andre di sambut teriakan dan nyanyian mahasiswa. 

Sementara, Bupati Aceh Tamiang Mursil SH MKn, didampingi Wakil Bupati T Insyafuddin ST, Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon SH, Kapolres Aceh Tamiang AKBP Zulhir Destrian SIK MH, menyampaikan bahwa Beasiswa tersebut memang sudah di anggarkan pada APBK-P Tahun 2018, namun karena anggaran perubahan tidak ada sehingga dialihkan ke APBK tahun 2019. "Beasiswa tetap ada, dan anggarannya yang dialihkan, sebab tahun lalu tidak ada anggaran perubahan," ungkap Bupati.


Aliansi Mahasiswa Tamiang (AMT) berunjuk rasa di Kantor Bupati Aceh Tamiang | Dok-Razzaq

Terkait jumlah penerima beasiswa Prestasi dan Kurang Mampu, Bupati pastikan jumlah penerima sesuai yang terdata di dalam Basis Data Terpadu (BDT), dimana untuk beasiswa prestasi sebanyak 704 orang dan untuk beasiswa kurang mampu sebanyak 194 orang. Sementara sambung Bupati sisanya sebanyak 435 orang belum bisa dicairkan sebab tidak masuk dalam BDT.

Untuk jadwal pencairan beasiswa, Bupati tidak bisa pastikan sesuai tuntutan mahasisiwa yaitu 10 hari kedepan, namun pada tanggal 29 April 2019, mhasiswa yang masuk dalam BDT akan menandatangani Fakta integritas dan kwitansi untuk amprahan. "Saya tidak bisa pastikan 10 hari kedepan akan cair, namun setelah semua proses selesai akan kita upayakan untuk segera dicairkan," tukas Bupati.

Sementara, tambah Bupati, untuk mahasiswa yang tidak masuk dalam daftar BDT sebanyak 435 orang, tidak bisa dicairkan, namun karena ini juga menjadi tuntutan mahasiswa nanti akan kita rapatkan dulu bersama unsur Forkopimda. [] L24-004 (Razzaq)

Diberdayakan oleh Blogger.