Pimpinan Kelompok Bersenjata Tewas

Lentera24.com | BANDA ACEH -- Tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Timur terlibat kontak senjata atau baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kawasan Aceh Timur, Rabu (24/4) malam. Dalam baku tembak itu, seorang anggota kelompok kriminal yang diyakini sebagai pimpinan kelompok tersebut bernama Nasir Agung (45), warga Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, tewas setelah diterjang timah panas aparat kepolisian di bagian dadanya.

Foto : Serambinews
Baku tembak itu terjadi saat aparat kepolisian melakukan pengejaran, penangkapan, dan penindakan terhadap beberapa orang yang tergabung dalam kelompok kriminal bersenjata yang selama ini melakukan tindak pidana di wilayah hukum Polres Aceh Timur.

“Pada hari Rabu, 24 April 2019 sekira pukul 20.00 WIB telah dilakukan penangkapan terhadap kelompok kriminal bersenjata di Dusun Seuneubok Teungoh, Desa Kruet Lintang, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur,” tulis Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sartijo dalam keterangannya melalui pesan WhatsApp, Kamis (25/4) pagi.

Kombes Agus menjelaskan, penangkapan dan penindakan itu berawal dari informasi masyarakat tentang keberadaan kelompok bersenjata di sebuah rumah di Dusun Seuneubok Teungoh, Desa Kruet Lintang, Kecamatan Peureulak Timur, tepatnya di rumah seorang warga.

“Mendapat informasi tersebut, tim gabungan Polda Aceh dan Polres Aceh Timur berupaya menangkap kelompok tersebut,” sebut Kombes Agus Sartijo.

Agus menjelaskan, dalam upaya penangkapan dan penindakan itu kelompok kriminal bersenjata ini melakukan perlawanan dengan melepaskan tembakan ke arah polisi. Awalnya polisi berusaha mengimbau para anggota kelompok itu agar segera menyerah. Namun, imbauan itu tak digubris, para anggota kelompok bersenjata itu malah melanjutkan perlawanan.

Karena tak menghiraukan imbauan polisi, sehingga terjadilah baku tembak kurang lebih 45 menit antara kelompok kriminal bersenjata tersebut dengan petugas kepolisian. Seusai kontak tembak, seorang anggota kelompok kriminal yang diyakini sebagai pimpinan mereka bernama Nasir Agung (45), warga Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, didapati meninggal dunia.

“Dalam kontak tembak tersebut pimpinan kelompok kriminal bersenjata mengalami luka tembak di dada kiri dan meninggal pada saat dibawa ke rumah sakit,” tulis Kombes Agus Sartijo.

Menurut Kombes Agus Sartijo, Nasir Agung merupakan pimpinan kelompok kriminal bersenjata di wilayah Aceh Timur dan merupakan buronan Polres Lhokseumawe karena melarikan diri dari LP Lhoksumawe. Dalam baku tembak itu, polisi berhasil membekuk satu anggota lainnya bernama Mahdi (34), warga Desa Paya Keutapang, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur.

“Sedangkan satu orang lagi bernama Sofyan alias Apuy berhasil melarikan diri,” pungkas Dir Reskrimum Polda Aceh, Kombes Pol Agus Sartijo.

Adapun barang bukti yang diamankan dari kelompok ini, antara lain, tiga pucuk senjata api laras panjang (dua pucuk jenis AK-56 dan sepucuk AK-47). Barang bukti lainnya berupa tiga magasin AK, amunisi AK lebih kurang 400 butir, lima selongsong AK, tiga buah borgol, sebuah handphone, tiga tas pinggang, satu tasbih, dan dua lembar surat aturan tentara Mujahidin. [] SERAMBINEWS
Diberdayakan oleh Blogger.