Miris, Bayi 4 Bulan Asal Paya Meta Diduga Alami Patah Tulang Tangan, Kaki dan Rusuk

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Seorang bayi berusia 4 bulan terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena sering menangis yang disertai dengan kejang kejang. Diduga tangisan yang berujung kejang-kejang tersebut akibat rasa sakit yang dideritanya sudah teramat sangat.

Foto : Bayi berusia 4 bulan bernama Zakiah Humairah, warga desa Paya Meta, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, diduga menderita patah tulang pada kedua tangan, rusuk dan kakinya. Sampai hari ini belum ada keterangan resmi secara medis tentang kepastian penyebabnya, penyakit atau akibat dugaan penganiayaan
Bayi yang diketahui bernama Zakiah Humairah inipun mendapatkan perawatan dan penangan medis secara intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang di Karang Baru sejak Minggu (14/4) malam.  

Salah seorang sumber yang layak dipercaya, kepada Lentera24 menyebutkan, bayi yang merupakan anak pertama dari buah perkawinan Abdul Basir dengan Maya Ningsih, warga Desa Paya Meta Kecamatan Karang Baru itu diduga mengalami patah tulang dibeberapa tempat dalam tubuhnya.

"Diduga kedua tangan serta satu tulang rusuknya dan satu kakinya ada yang patah. Sangat wajar jika anak itu kerap mengalami kejang-kejang," ujar sumber yang enggan namanya disebutkan.

Karena kondisi kesehatan bayi yang kian menghawatirkan karena kritis, akhirnya pihak RSUD Aceh Tamiang merujuk bayi tersebut ke RSUD Zainul Abidin  Banda Aceh.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui secara pasti, patahnya tulang dibagian kedua tangan, satu kaki dan tulang rusuk yang dialami Zakiah Humairah itu akibat penyakit tulang rapuh atau disebabkan akibat terjadinya penganiayaan.

Namun kabarnya, pihak keluarga bayi malang ini belum ada yang melapor kepihak berwajib untuk dilakukan pengusutan atas sebab musababnya.

Sementara itu pihak ruang rawat anak pada RSUD Aceh Tamiang saat dikonfirmasi Lentera24 masih enggan memberikan keterangan resminya karena alasan bukan kafasitasnya mengeluarkan komentar tentang kasus yang dialami bayi bernama Zakiah Humairah, terkecuali hanya menyebutkan bayi berusia sekitar 4 bulan itu saat masuk ruang rawat anak mengalami demam dan kejang-kejang.

Sedangkan Kasi Penelitian Informasi dan Upaya Rujukan pada RSUD Aceh Tamiang, Herniar, SKM kepada Lentera24 menyatakan akan meminta data lengkap tentang derita yang dialami bayi malang itu.

"Hari ini merupakan hari pertama saya bertugas sebagai Kasi Penelitian Informasi dan Upaya Rujukan. Jadi saya belum mengetahui keadaan dan informasi secara detail tentang bayi ini," sebut Herniar.

Namun meskipun demikian, Herniar berjanji akan mengatur waktu agar Lentera24 dapat bertemu dan konfirmasi langsung kepada dokter yang menangani bayi Zakiah Humairah setelah ada persetujuan sang dokter dimaksud.

"Selain itu, kami juga tidak memiliki hak memberikan komentar yang sebenarnya kami tidak tahu persis persoalannya. Jadi kami minta maaf, sebaiknya biar pak dokter yang menangani bayi itu saja yang memberikan penjelasan kepada Bapak, karena beliau tau apa penyakit bayi itu," ungkap Herniar. [] L24-002 (Suparmin)
Diberdayakan oleh Blogger.