KIP Langsa Gelar Zikir bersama Ratusan Masyarakat

Lentera24.com | LANGSA -- Memasuki akhir masa kampanye Pemilu tahun 2019, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Langsa menggelar Zikir bersama ratusan masyarakat, Sabtu malam (13/04) di Lapangan Merdeka setempat.


Tgk Abati Mukhtar Aramia saat menyampaikan Tausyiah, Sabtu malam (13/04) di Lapangan Merdeka Kota Langsa| Dok-Razzaq

Ketua Devisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, KIP Kota Langsa, Ridwan ST, mengatakan, kegiatan 'Langsa Berzikir' ini dipimpin Tengku Abdul Razak Ridwan dan diisi dengan dua tausyiah dari Tgk  Muhammad Tabri, Lc dan Abati Mukhtar Aramia.

"Zikir ini kita laksanakan untuk mengajak masyarakat Kota Langsa bersama-sama menciptakan situasi yang kondusif, aman dan sejuk menjelang pelaksanaan pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari," tutur Ridwan.

Selain itu, Zikir ini diselenggarakan guna merangkul semua elemen masyarakat untuk ikut menjaga situasi kamtibmas di Langsa agar tetap kondusif terutama menjelang Pemilu 2019. 

"Tugas kita bersama bukan hanya KIP untuk menciptakan situasi yang aman dan  dan sejuk menjelang pelaksanaan pemilu 2019, dan jangan lupa untuk menggunakan 
hak pilihnya dalam pesta demokrasi 17 April 2019," tukas Ridwan.

Untuk itu, Ridwan mengajak semua elemen
masyarakat Kota Langsa untuk Pro Aktif menjaga situasi Kamtibmas agar tercipta toleransi umat beragama sehingga tercipta kerukunan masyarakat. "Jangan lupa gunak hak pilih di masing-masing TPS, pilihan boleh beda tapi kita tetap bersaudara," pungkas Ridwan.

Sementara Tgk. Muhammad Tabri, Lc dalam tausyiahnya mengharapkan kepada masyarakat pada pelaksanaan pemilu yang tinggal beberapa hari ini untuk sama-sama menjaga ketertiban, ukuwah islamiah untuk menciptakan pemilu damai, aman dan sejuk.

Selain itu, berjalan jujur dan transparan dengan segala hal yang baik-baik. "Kita menyadari di tengah-tengah masyarakat memiiliki perbedaan-perbedaan dalam pemilihan presiden maupun calon legislatif. Namun, dengan perbedaan tersebut jadikanlah sebuah warna-warna kehidupan untuk melahirkan pemimpin sesuai harapan umat," katanya.

Sedangkan Abati Mukhtar Aramia tausyiah menekankan, sebagai wasit penyelenggara pemilu janganlah curang, biarkan masyarakat memilih pemimpinnya.

"Diharapkan jangan ada politik memberikan uang, jika ada itu terjadi akan melahirkan calon-calon pemimpin yang tidak baik. Memang susah untuk melahirkan pemimpin yang jujur, tanpa politik uang," sebutnya.

Untuk itu Abati juga meminta masyarakat pada pemilu, Rabu 17 April 2019 mendatang jangan ada yang golput. Gunakanlah hak pilihnya sesuai hati nurani, jangan terpengaruh embel-embel dan money politics. [] L24-004 (Razzaq)

Diberdayakan oleh Blogger.