Tumpang Sari Pajale, Upaya Menuju Swasembada Pangan

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Dalam upaya meningkatkan produktivitas dan produksi padi, jagung dan kedelai serta untuk meningkatkan luas tambah tanam (LTT) padi jagung kedelai, Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Aveh Tamiang terus melakukan terobosan baru pada wilayah yang secara nisbi mengalami pelandaian perluasan areal tanam.


Pada umumnya suatu hamparan lahan digunakan untuk sistem monokultur, baik pada musim penghujan maupun musim kemarau. Tetapi dengan rekayasa sistem tanam berupa pola tumpang sari pada wilayah tertentu dapat mengoptimalkan penggunaan lahan dan air sehingga produktivitas lahan meningkat. 

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Aceh Tamiang, Safuan, SP melalui Kabid Produksi dan Perlindungan Tanaman, Mustafa, SP menyatakan, tumpang Sari tanaman padi jagung dan kedelai (Pajale) adalah bentuk pola tanam yang membudidayakan lebih dari satu jenis tanaman dalam satuan waktu tertentu.

"Tumpang Sari ini merupakan suatu upaya dan program intensifikasi pertanian dengan tujuan untuk memperoleh hasil produksi yang optimal, dan menjaga kesuburan tanah," ungkap Mustafa yang didampingi Kasi Produksi Tanaman Pangan dan Perbenihan, Deddy Anwar, SP, Rabu (6/3). 

Menurut kedua orang ini, sistem tanam Tumpang Sari antar komoditas pangan telah banyak dipraktekkan petani yang hasilnya rendah karena jarak tanam tidak diatur, kombinasi tanaman tidak tepat dan tidak saling komplementer.

Bila komposisi tanaman dan jarak tanam ditata dengan tepat maka hasil dari kombinasi tanaman persatuan Iuas akan lebih tinggi dari sistem monokultur. Hal ini dapat menjadi solusi dan menjadi terobosan dalam pencapaian swasembada pangan di Kabupaten Aceh Tamiang, ungkap Mustafa.

Dikatakannya, dalam mempertimbangkan manfaat dan keunggulan dari sistem tanam Tumpang Sari untuk peningkatan pendapatan petani dan pencapaian swasembada pangan nasional, maka dilaksanakan kegiatan Pengembangan Sistem Tanam Tumpang Sari Padi Jagung dan Kedelai secara nasional.

"Hal ini diperuntukkan bagi seluruh pelaksanan kegiatan dengan sasaran terlaksananya kegiatan penyediaan sarana produksi untuk mendukung pengembangan budidaya tumpang sari padi jagung kedelai mendukung peningkatan produksi padi jagung kedelai tahun 2019," imbuhnya.

Di tahun 2019 ini, dengan menggunakan Dana APBN, Kementerian Pertanian melalui Dirjen Tanaman Pangan telah meresfon dan akan menyalurkan bantuan benih padi jagung dan kedelai (Pajale) untuk Kabupaten Aceh Tamiang sebanyak 98,5 ton.

"Benih Pajale dimaksud akan ditanam dilahan kering yang luasannya mencapai  2200 hektar, yang masing-masing terdiri dari Padi kedelai seluas 500 hektar, padi jagung seluas 1000 hektar dan jagung kedelai seluas 700 hektar," ujar Kasi Produksi Tanaman Pangan dan Perbenihan, Deddy Anwar, SP.

Ditambahkannya, untuk benih padi kedelai akan diberikan kepada petani yang tersebar di 6 Kecamatan, yakni Kecamatan Bendahara, Karang Baru, Rantau, Tenggulun, Bandar Pusaka dan Tamiang Hulu.

Sedangkan benih padi jagung yang akan ditanan dihamparan seluas 1000 hektar tersebut, lahannya berada di Kecamatan  Banda Mulia, Bendahara, Tenggulun, Bandar Pusaka dan Kecamatan Tamiang Hulu.

Selain itu kata Deddy, di Kecamatan Manyak Payed, Banda Mulia, Bendahara, Seruway, Karang Baru, Rantau, Kejuruan Muda, Tenggulun dan Bandar Pusaka akan disalurkan benih jagung Kedelai untuk lahan yang luasnya mencapai 700 hektar.

Jenis benih yang akan dibantukan kepada petani tersebut kata Deddy berupa, benih padi lahan kering, gogo dan benih jagung hibrida.

"Kalau benih kedelai biasanya memiliki berbagai parietas, dan biasanya yang selalu ditanam oleh petani di Aceh Tamiang adalah jenis kedelai Anjasmoro," terang Deddy Anwar.

Sambung pria berkacamata minus ini, seluruh benih pajale yang akan disalurkan kepada petani di Aceh Tamiang ini, saat ini sedang diproses di Kementan, Dirjen Tanaman Pangan. [] L24-002
Diberdayakan oleh Blogger.