Pendaftaran Pertukaran Pemuda Antar Negara Dibuka hingga 1 April 2019, Ini Kriterianya

Lentera24.com | BANDA ACEH -- Program Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) Tahun 2019 yang diselenggarakan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, bersama kementerian pemuda negara sahabat sudah dibuka.

Foto : Serambinews
Untuk Aceh, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh sudah membuka pendaftaran program tersebut sejak 18 Maret hingga 1 April 2019, dengan terlebih dulu mengunduh formulir dan kelengkapan berkas di www.pcmiaceh.com.

Untuk mengikuti program tersebut, calon peserta harus memenuhi sejumlah kriteria sebagai berikut. Calon peserta PPAN harus beriman kepada tuhan yang maha esa, berasal dari Provinsi Aceh, sehat jasmani, tidak merokok  dan bebas narkoba.

Selain itu, calon peserta harus belum menikah, mempunyai wawasan kebangsaan dan isu nasional maupun internasional, berkomunikasi bahasa Inggris aktif, menguasai salah satu keterampilan kesenian, dan tidak pernah terlibat dalam tindakan kriminal.

Calon ‘duta muda Indonesia’ dari Aceh ini juga harus memenuhi kriteria usia saat diusulkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh. Untuk program Kapal Pemuda ASEAN-Jepang (SSEAYP) disyaratkan usia 20-30 tahun (tentatif), Program Pertukaran Indonesia-Malaysia (PPIM) usia 23-27 tahun, Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia (PPIA) usia 21-25 tahun, dan Pertukaran Pemuda Indonesia-Korea Selatan (PPIKOR) usia 18-24 tahun.

Setelah mengunduh formulir dan kelengkapan berkas di www.pcmiaceh.com, calon peserta diminta untuk melengkapi persyaratan dan memasukkan ke map sesuai pilihan program.

Kemudian, berkas yang sudah lengkap diserahkan ke Kantor Dispora Aceh Jalan Gurami Nomor 18, Lampriet, Banda Aceh, serta mengonfirmasi pendaftaran melaluibit.ly/PPAN2019Aceh.

Demikian disampaikan Kepala Dispora Aceh melalui Kabid Kepemudaan, Ichwanul Fitri Nst SAg MKes, Rabu (27/3/2019).

Dia mengajak pemuda-pemudi Aceh untuk mendaftar pada PPAN tahun ini.

“Dengan mengikuti program ini, pemuda Aceh mendapat kesempatan untuk belajar sekaligus menampilkan budaya, tinggal bersama keluarga angkat, magang, bertemu dengan sejumlah instansi di negara tujuan, serta pengalaman berharga lainnya,” ujarnya. [] SERAMBINEWS




Diberdayakan oleh Blogger.