Kasus Pembobolan Brankas PT. Arco Belum Terungkap

Lentera24.com | LANGSA -- Satu bulan lebih kasus pembobolan brankas PT. Arco Kebun Alur Buluh Langsa, Desa Alur Buluh, Kec. Birem Bayeun, Aceh Timur belum terungkap. Pasca pembobolan yang terjadi, Rabu 6 Februari 2019 sekira 05.30 wib, belum ada perkembangan yang berarti dari hasil penyelidikan Polres Langsa. Padahal empat orang saksi telah dimintai keterangan pasca pembobolan brankas tersebut, ujar Direktur PT. Arco T. Hasyimi,  SE kepada media ini, Selasa (26/03).

Foto : Ilustrasi

Atas kebobolan brangkas tersebut, pihak PT. Arco mengalami kerugian sebesar Rp.312 juta. Yang kami tahu pihak Polres Langsa sudah memanggil beberapa saksi yang berasal dari karyawan kebun kami, baik dari tingkat staf, petugas kantor dan petugas keamanan. "Kami juga sudah menyampaikan sejumlah informasi, yang kami kira cukup penting terkait pembobolan tersebut, tapi belum ada tindak lanjut dari pihak Polres Langsa, sehingga terkesan penyelidikannya berjalan lambat. Mungkin Polres Langsa punya strategi tersendiri untuk mengungkap kasus ini," tuturnya.

Hasyimi melanjutkan, yang disesalkan akibat pembobolan tersebut adalah, sebagian besar dari uang yang hilang tersebut adalah uang koperasi karyawan. Rencananya uang akan dibagikan pada 7 Februari 2019 dan uang kedai koperasi. Sehingga, kejadian ini membuat aktifitas kedai koperasi terhenti dan ini sangat menyulitkan karyawan kebun dalam berbelanja kebutuhan sehari-hari. Namun kami percaya dan menyerahkan  sepenuhnya penyelidikan kasus ini kepada Polres Langsa.

Sementara Kapolres Langsa AKBP Andy Hermawan melalui Kasat Reskrim Iptu Agung Wijaya Kusuma ketika di konfirmasi media ini Kamis (28/3), terkait perkembangan penanganan kasus pembobolan brankas itu mengatakan, hingga saat ini kasus pencurian di PT. Arco dalam penyelidikan dan masih dalam proses untuk mengungkap kasus pencurian uang tersebut.

Agung menjelaskan, sampai saat ini sudah 10 saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan terkait keterlibatan terhadap kasus tersebut. Adapun yang kita panggil sebagai saksi kebanyakan dari pihak perusahan dan sebagian lagi dari masyarakat sekitar. Penangan kasus ini tetap berjalan dan butuh waktu, "tidak secepat membalikkan telapak tangan." Kita juga ingin kasus ini cepat selesai,” tandasnya. [] L24-004 (Razzaq)

Diberdayakan oleh Blogger.