Jadikan Masjid Agung Pusat Pemberdayaan Ummat

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT instruksikan seluruh stakeholder dan masyarakat Subulussalam agar menjadikan Masjid Agung Subulussalam sebagai pusat pemberdayaan ummat. Menurut dia, masjid tidak hanya berfungsi sebagai sarana ibadah, namun juga harus menjadi tempat pemberdayaan masyarakat, pendidikan serta penyelesaian masalah sosial.


Foto: Plt. Gubernur Aceh dan Wali Kota Subulussalam tandatangani prasati Masjid Agung Kota Subulussalam, Selasa (5/3)
Plt. Gubernur, Nova menyampaikan itu dalam sambutannya saat meresmikan Masjid Agung Kota Subulussalam, Jalan Teuku Umar, Desa Belegen Mulia, Kec. Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Selasa (5/3).

"Saya berharap dengan hadirnya mesjid ini bisa menjadi tempat pemberdayaan masyarakat Subulussalam. Pada saat Rasulullah membangun mesjid pertama, Masjid Quba. Dari masjid tersebut beliau memberdayakan umat hingga terpancar ke seluruh dunia," ujar Nova.

Berdasarkan wahyu Ilahi dalam Alquran, jelas Nova, memakmurkan masjid dengan ibadah dan kegiatan sosial menjadi kewajiban semua umat muslim. "Kita dituntut untuk menjadikan masjid sebagai benteng memperkuat ketaqwaan pada Allah," tuturnya.

Semua pihak, jelas Nova, perlu memakmurkan masjid. Namun empat aspek diperlukan di sana meliputi aspek pengelolaan keuangan, aspek management pengelolaan, memakmurkan dan mewarnai kegiatan di masjid dalam bentuk syiar Islam, seperti kegiatan sosial dan agama.

Sebagai daerah terluar dan berbatasan langsung dengan provinsi lain, Nova meminta masyarakat Kota Subulussalam menguatkan ketaqwaan dan nilai keislaman karena pengaruh pemahaman di zaman ini sangat meresahkan.

Dalam kesempatan itu, ia  mengapresiasi pembangunan Kota Subulussalam yang telah dilakukan oleh pemerintah setempat. "Saya yakin pemerintah kota Subulussalam mampu membangun masjid tidak hanya dalam aspek fisik tapi juga sosial," pungkasnya.

Sementara Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti Kombih mengatakan Mesjid Agung Subulussalam yang diresmikan itu telah dimulai pembangunannya sejak tahun 2010. Pada masa kepemimpinan Irwandi dan Nazar. 

Ia menyampaikan anggaran yang dihabiskan untuk pembangunan mesjid tersebut berjumlah 60 miliar lebih. Dana itu bersumber dari sumbangan masyarakat Subulussalam, Anggaran Pendapatan Belanja Aceh dan Doka Kota Subulussalam. 

Dalam kesempatan itu, ia meminta  kepada Plt. Gubernur Aceh untuk mengeluarkan kebijakan agar pembangunan Masjid Agung dapat berlanjut. Selain untuk masjid, ia juga berharap agar orang nomor satu di Aceh itu dapat melanjutkan semua pembangunan di tanah Hamzah Fansuri tersebut.

"Mesjid ini telah dijadikan tempat ibadah sejak tahun lalu, serta tempat masyarakat melaksanakan berbagai kegiatan sosial, seperti akad nikah," tutup Sakti.

Peresmian di sana ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ir. Nova Iriansyah, MT dan Wali Kota, H. Merah Sakti, SH. Hadir di sana jajaran Satuan Kerja Pemerintah Kota Subulussalam, Forkopimda setempat dan jajaran SKPA rombongan Plt. Gubernur. [] L24-013 (Khairul)

Diberdayakan oleh Blogger.