HPP-SHaF Desak Pencairan Beasiswa 2018

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Himpunan Pelajar Perantauan Syekh Hamzah Al Fanshuri (HPP-SHaF) Kota Subulussalam di Banda Aceh mendesak cairkan bantuan beasiswa mahasiswa 2018. Pasalnya, sejak penandatanganan bantuan beasiswa secara simbolis di gedung LPSE oleh Wali Kota Subulussalam, Merah Sakti pekan kedua Februari silam, hingga saat ini belum terealisasi.

Foto : Ilustrasi
Rilis Ketua HPP-SHaF, Hasbi Bancin, Rabu (13/3) disebutkan, pihaknya tidak ingin pencairan itu tertunda hingga batas waktu yang tidak diketahui. Pihaknya pun mengingatkan sejumlah harapan yang selama ini disampaikan pemerintah setempat hendaknya tidak sebatas janji atau harapan palsu. "Sampai sekarang belum dicairkan, belum lagi banyaknya kata PHP yang diberikan," pesan Hasbi singkat. 

Dia berharap, pihak terkait, baik instansi pemerintah ataupun pihak bank sepatutnya segera melakukan pencairan beasiswa 2018 karena sangat dibutuhkan, dan sudah jelas menjadi hak mahasiswa. Soal indikasi kendala, Hasbi Bancin minta disampaikan terbuka ke publik untuk menghindari salah persepsi.

Hasbi pun menyarankan agar permasalahan beasiswa yang selama ini acap terjadi, terutama saat akan pencairan tidak selalu berulang. "Ke depan, mestinya tidak lagi seperti ini dan beasiswa 2019 harusnya dipersiapkan lebih matang," sesal Hasbi kritisi pencairan yang sering terkendala.

Seperti pada penandatanganan terkait Februari lalu, sebanyak empat kategori penerima beasiswa mahasiswa 2018 di sana mencapai 478 orang. Pada tahun sebelumnya, 2017, penanganan dan penyaluran beasiswa untuk mahasiswa Kota Subulussalam ditangani oleh Majelis Pendidikan Daerah (MPD) setempat.

Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Subulussalam, Syaifullah Hanif dikonfirmasi terpisah, Kamis (14/3) mengatakan, penyaluran beasiswa disalurkan secara transfer melalui rekening yang bersangkutan. "Pemilik Rekening Bank Aceh sudah ditransfer dan selain Bank Aceh sedang diproses," singkat Syaifullah. [] L24-013 (Khairul)
Diberdayakan oleh Blogger.