Empat Warga ini Tuding Negatif Datok Sungai Kuruk Tiga Dalam Pengeloaan ADD

Lentera24.com | ACEH TAMIANG --  Sejumlah warga Desa Sungai Kuruk Tiga, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang menilai ada kejanggalan terhadap penggunaan dana Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun 2018. Kejanggalan dimaksud dilihat warga dari realisasi kegiatan yang dinilai sangat tidak sesuai dengan anggaran dana yang terserap. Sehingga dari sejumlah kegiatan yang ada tersebut belum memuaskan bagi kepentingan masyarakat secara umum.


Sebagaimana disampaikan Saipol Bahril, bersama warga Kampung Sungai Kuruk Tiga lainnya yakni, Rahuddin, Samsuddin HS (Mantan MDSK) dan Rahmad yang akrab disapa Dayat (mantan MDSK) kepada kepada sejumlah wartawan, Selasa (12/3) di Karang Baru.

“Ada beberapa kegiatan dari dana desa yang menjadi tanda tanya bagi kami,” kata Saipol Bahri. 

Dikatakannya, pembangunan sumber dana desa yang dianggap belum memuaskan itu yakni pembangunan talut di Dusun Bakti senilai Rp 50.537,400, dimana penimbunannya dibebankan kepada warga pemilik tanah yang dibangun talut.

Selain itu kata dia, kegiatan rehap Menasah Dusun Tengah senilai Rp 39.250,107 yang dilakukan hanya pergantian seng saja, lebih lanjut warga tersebut mempertanyakan mengapa bagian plafon menasah tidak diganti, sedangkan kondisi bagian flapon sudah rusak parah.

"Yang paling mengherankan bagi kami, kegiatan rehap menasah tidak selesai, tapi kenapa malah masih terhutang sekitar Rp. 120 juta lebih untuk belanja keperluan bahan bangunan," ujarnya.

Begitu juga halnya dengan rehap lapangan senam sebesar Rp 35.169,700 menjadi tanda tanya bagi kami masyarakat, sebut Rahuddin.

Sementara itu Saipol menyatakan juga, pembuatan empat unit sumur bor dan dirinya belum bisa memastikan pembangunan tersebut sumber dana dari mana, apakah dana desa atau bantuan lain dari progam pemerintah.

Pasalnya salah satu sumur bor yang berada di Dusun Bakti tidak dapat digunakan karena airnya terasa asin.

“ Kalau airnya asin berarti sumur ini tidak memberikan mamfaat bagi warga. Selain itu, ada juga kegiatan pembangunan MCK yang dibangun dibelakng rumah datok, jadi hanya pak datok pribadi yang memanfaatkan,” sebutnya.

Dia menjelaskan, dua unit sumur bor lainnya di Kampung Sungai Kuruk Tiga ini penempatannya tidak tepat karena lokasi di lingkungan tempat tinggal perangkat kampung yang dirasakan kurang bisa di akses warga umum.

"Kami berharap kepada instansi terkait di jajaran Pemkab Aceh Tamiang agar dapat melakukan evaluasi terhadap realisasi dana desa Kampung Sungai Kuruk Tiga,” pinta warga tersebut.

Dikegiatan lainnya, Pemerintah Desa Sungai Kuruk Tiga juga dituding telah membangun lapangan olahraga badmington diatas lahan milik warga dengan menggunakan dana ADD. Sedangkan status tanah dimaksud diketahui belum dihibahkan oleh pemiliknya kepada pemerintah Desa.

Dikonfirmasi Lentera24, Datok Penghulu Sungai Kuruk Tiga, Kecamatan Seruway, Saipul Bahri membantah keras atas segala persoalan realisasi kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan dana ADD yang ditudingkan warga kepada dirinya.

"Segala yang dilaporkan oleh warga itu sepenuhnya tidak benar. Laporan tersebut hanya dilakukan oleh segelintir warga yang tidak senang kepada saya sebagai Datok," ujar Saiful. [] L24-002

Diberdayakan oleh Blogger.