Datok Sungai Kuruk Tiga Bantah Tudingan Miring Warganya

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Datok Penghulu Kampung (Kepala Desa) Sungai Kuruk Tiga, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang membantah keras atas tudingan yang diarahkan kepadanya oleh sejumlah warga setempat.


Tudingan dimaksud adalah terkait kegiatan serta pengelolaan anggaran dana desa (ADD). Isu terhadap adanya pengelolaan dana  ADD yang diindikasikan ada campur tangan Sekdes ini sudah lama santer diperbincangkan oleh warga.

Terkait pembicaraan sejumlah warga yang merasa heran atas pembangunan rehab jembatan penyeberangan dusun bakti yang ternyata dapat dilakukan pembangunan jembatan baru telah mendapatkan jawaban dari Datok Sungai Kuruk Tiga, Saipul Bahri.

"Memang dalam perencanaannya,   anggaran Rp.115 juta itu untuk rehab jembatan, tapi kan kita harus bersyukur, ternyata dana sebesar itu dapat menuntaskan jembatan baru, bukan rehab," jelas Saipul Bahri, Selasa (12/3).

Tentang persoalan laporan warga yang menyangkut rehab Menasah hanya mengganti atap seng multirub dengan biaya Rp. 39.250.107 yang kenyataanya sampai sekarang diketahui pembangunan tersebut masih terutang 120 juta lebih, juga terbantah oleh Saiful.

"Rehab menasah yang kata warga kalau desa masih menyisahkan utang itu juga tidak bemar. Sebab kenyataannya memang kami tidak memiliki utang pada kegiatan rehab menasah tersebut," ungkapnya.

Begitu juga dengan laporan warga kepada wartawan yang menyebutkan kalau pembangunan lapangan olahraga yang menggunakan ADD terletak diatas tanah milik warga juga disahuti secara gamblang oleh Datok Sungai Kuruk Tiga.

"Tanah yang dibangun sebagai lapangan bulu tangkis itu, sebelum dibangun sudah sudah menjadi asset Desa, sebab tanah itu sudah sah dan sudah dihibahkan kepada pemerintah Desa oleh pemiliknya," papar Saiful.

Imbuh Saiful lagi, MCK yang dibangun tidak jauh dari rumahnya tersebut ternyata kata Saiful bahwa MCK dimaksud sudah terbangun sebelum dirinya terpilih sebagai Datok. 

"Pokoknya hari ini saya nyatakan, bahwa segala kegiatan yang menggunakan dana ADD yang direalisasikan di desa kami, tidak ada permasalahan apapun," ujar Saiful.

Pihaknya masih merasa belum memiliki masalah apapun dengan legiatan ADD itu, apalagi yang menyangkut dengan pelanggaran hukum.

"Kalau memang ada kesalahan dalam semua kegiatan ADD, bukan warga yang menentukan. Sampai hari ini, pihak Inspektorat Aceh Tamiang belum melakukan pemeriksaan, baik fisik maupun keuangan ADD di Desa kami ini, jadi saya belum mengetahui kalau ada kesalahan didalam pengelolaan ADD," tegas Saiful.

Mengenai warga yang mengharap agar pihak terkait segera menggelar pemeriksaan atas kegiatan ADD, Saiful malah menanggapi secara serius tapi santai.

"Tidak usah diminta, saya sudah memastikan diri, kalau Inspektorat pasti bakal datang kemari untuk  memeriksannya. Soal periksa meriksa, bukan hanya desa kami saja, tapi seluruh desa di Kabupaten Aceh Tamiang ini juga pasti kebagian untul diperiksa," jawab Saiful memastikan.

Jawaban itu disampaikan Saiful secara gamblang seraya menyatakan kalau dirinya belum mengetahui kalau memiliki kesalahan sebelum pihak Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan ADD didesanya. [] L24-002
Diberdayakan oleh Blogger.