Belum Lama Siap, Proyek Jalan Di Kejuruan Muda Retak. Kerja Profesionalkah ??

Lentera.24 | ACEH TAMIANG -- Bagaimana bisa dikatakan sebagai rekanan yang memiliki kualitas kerja baik dan profesional, kalau proyek yang digarapnya itu sudah menampakkan diri betapa buruk kandungan mutunya. Demikian dugaan sementara terhadap realisasi satu paket pekerjaan peningkatan struktur ruas jalan lanjutan kerikil menjadi aspal di Kabupaten Aceh Tamiang. 

Proyek jalan Sidodadi-Kampung Jawa. Aspal retak itu telah dipoles. Mampu bertahan sampai berapa lamakah ????
Alangkah kecewanya masyarakat setempat dan pengguna jasa jalan lainnya, belumpun puas menikmati  pembangunan pengaspalan jalan Kampung Sidodadi-Kampung Jawa Kecamatan Kejuruan Muda, aspal yang baru beberapa bulan lalu selesai dikerjakan,  kini sudah mengalami keretakan dibeberapa titik.

Meskipun saat ini pihak rekanan sudah menyulapnya dengan memberikan sejenis cairan dibagian aspal yang retak-retak tersebut. Kendati dibalik keberhasilan menutupi pekerjaan yang diduga tidak berkualitas dengan berbagai polesan, namun tetap meninggalkan kesan bahwa pekerjaan proyek itu tidak sesuai yang diharapkan.

Proyek yang memiliki nomor kontrak: 600. 620/1994 dengan tanggal kontrak: 30 Mei 2018 tersebut dikerjakan oleh PT Putra Rawa Abdya dengan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018 senilai Rp. 7.807.454.000,00.

Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum - Perumahan Rakyat (PU-PR) Kabupaten Aceh Tamiang, Srinovita, ST dikonfirmasi Lentera24 terkait penyebab keretakan aspal jalan disejumlah titik, Srinovita hanya menganggap keretakan aspal itu terjadi karena pijakan roda truk yang membawa beban terlalu berat.

"Mungkin karena pijakan roda truk yang muatannya berat. Biasanya truk jenis apa saja ya yang sering kelintas kesitu," jawab Novi sembari kembali bertanya, Jumat (29/3).

Amatan dari Lentera24, sejak beberapa tahun silam, truk yang melintas di Desa Jawa Kecamatan Kejuruan Muda itu hanya jenis colt diesel yang mengangkut hasil pertanian/kebun milik warga dengan trayek pada hari-hari tertentu saja, sesuai dengan jadwal saat para warga memanen buah sawitnya.

Pengakuan Novi, pihaknya sudah mengetahui keretakan aspal tersebut, bahkan pihaknya juga sudah memberitahukan kepada sang kontraktor agar segera memperbaiki aspal yang retak.

"Kami sudah minta rekanannya untuk memperbaikinya beberapa hari lalu. Ya sudah, nanti kirim fotonya ke WA ya," ujar Srinovita.

Walau kata Srinovita, pekerjaan pengaspalan jalan Sidodadi-Kampung Jawa itu memiliki masa pemeliharaan selama 2 tahun. Namun setidaknya dari hasil kegiatannya dapat dinilai bahwa diantara sistem yang dilakukan selama proses pekerjaan, diduga ada yang dilakukan bukan berdasarkan profesionalitas kerja, sehingga hasilnya berdampak pada keretakan aspal.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PU-PR Kabupaten Aceh Tamiang, Mix Donal, SH saat dikonfirmasi juga tidak mengetahui secara pasti penyebab keretakan aspal dimaksud. Sama seperti Srinovita juga, Mix Donal juga meminta untuk dikirim foto titik lokasi aspal yang retak itu. [] L24-Suparmin
Diberdayakan oleh Blogger.