13 Nisan Peninggalan Kerajaan Abad 15 Ditemukan

Lentera24.com | ACEH UTARA -- Lembaga Swadaya Masyarakat Center for Information of Samudra Pasai Heritage (CISAH) dan Pelajar Peduli Sejarah Aceh (Pelisa), menemukan 13 batu nisan peninggalan Kerajaan Samudera Pasai abad Ke-15 di dasar Sungai Desa Murong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Minggu (3/3). Penyelamatan situs sejarah tersebut juga melibatkan Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Utara, serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dibantu tokoh masyarakat setempat.

Foto : Serambinews
Ketua CISAH, Abdul Hamid kepada Serambi Senin (4/3) menyebutkan, penyelamatan batu nisan itu berawal dari informasi dari warga. Beberapa hari sebelumnya, Tgk Jamaluddin, warga Desa Murong bersama warga menemukan dua buah nisan berinskripsi. Lalu, dibantu warga setempat lainnya, Tgk Jamaluddin menyelamatkan nisan itu ke halaman rumahnya.

“Kita segera merespon temuan berharga ini, kemudian langsung menyusun jadwal untuk melakukan penyelamatan nisan yang masih terbenam di dasar sungai,” ujar Abel Pasai–sapaan akrab Abdul Hamid--.

Kegiatan penyelaman dan evakuasi dimulai pagi sampai sore. Kendati arus deras karena kondisi debit air yang besar, tapi tidak menyurutkan niat tim untuk menyelamatkan nisan peninggalan Kesultanan Sumatera itu. Jumlah nisan yang berhasil diselamatkan tim meliputi 15 buah nisan, dengan rincian 4 pasang nisan, dan 7 fragmen nisan yang kondisinya patah tanpa pasangan.

“Dua pasang diantaranya memiliki inskripsi, dan satu pasang dipastikan memiliki epitaf yang menyebutkan pemilik makam. Saat ini, masih dalam kajian oleh tim ahli epigrafi CISAH,” katanya. [] SERAMBINEWS




Diberdayakan oleh Blogger.