Masyarakat Laporkan Dugaan Penjualan Aset Negara ke DPRD TK II

Lentera24.com | SUMUT -- Tokoh masyarakat Kota Galuh Kecamatan Berbaungan Kabupaten Serdang Bedagai Laporkan dugaan penjualan Aset Negara ke DPRD tingkat II Serdang Bedagai Sumatara Utara.


Kepada Media ini Selasa (26-2-2019) Yuzar (61) selaku  tokoh masyarakat Kota Galuh  didampingi Abdul Muis Selaku Ketua Gapoktan, M Biak Purba mantan Sekdes Desa Kota Galuh  priode 1971 s/d1987 dan Ketua tim Pendata Aset Negara mengatakan bahwa, Kami melaporkan tentang ada nya indikasi penjulan aset Negara berupa Sei Jambor salam dan  tali air II (dua)yang terletak di dusun 3 desa Kota Galuh ,dugaan ini di perkuat karena di kedua objek tersebut saat ini telah berdiri kandang ayam permanen, kata nya.

sambungnya, sesuai sejarah bahwa Sei Jambur Salam dan Saluran irigasi 2 dibangun sejak masa kerajaan sebelum Indonesia merdeka. Namun pada tahun 1982 sampai tahun 1984 pemerintah membangun saluran irigasi melalui Dinas PU bagian pengairan dan pengendalian Sei Ular, ujar M Biak Purba mantan Sekdes Desa Kota Galuh  periode 1971 s/d 1987 dan Ketua tim Pendata Aset Negara, menimpali.


Dengan dibangunnya irigasi baru tersebut menyebabkan Sei Jambor salam dan tali air dua ditelantarkan. Di lokasi tersebut saat ini berdiri kokoh kandang ayam permanen, urai nya.

"Kami melaporkan tampa alasan "Pertama selaku sekdes yang menjabat sejak tahun 1971 samapi dengan tahun 1987 dan sebagai ketua tim pendata Aset Negara sudah pasti tau betul mana aset negara dan mana lahan masyarakat. Kedua dalam laporan ini juga kami melampirkan Peta pembayaran PBB sehingga mempermuda kita semua untuk mengetahui apakah yang saat ini berdiri bangunan kandang ayam itu lahannya milik negara atau lahan masyarakat,"urai nya.

Kami selaku masyarakat yang berupaya melindungi aset negara mempercayakan peninjauan kembali alas hak di lokasi yang saat ini telah dibangun kandang ayam permanen tersebut kepada DPRD TK II Serdang Bedagai "Karena bapak adalah wakil rakyat yang telah dipilih oleh rakyat dan sudah seharusnya menyikapi apa yang telah menjadi tuntutan rakyatnya," harapnya.

Terkait prihal Sei Jambor Salam dan Tali air dua sebelumnya sudah dilaporkan oleh Ketua Maskot ke Polres Serdang Bedagai, bahkan pihak penyidik sudah mengambil keterangan dari empat orang saksi yang paham tentang sejarah aset negara tersebut.

Adapun saksi-saksi yang sudah dimintai keterangannya oleh penyidik yakni Aminurahim mantan Kepala desa Kota Galuh periode 1989 s/d 2007. M. Biak purba mantan seketaris desa kota galuh periode  1971 s/d 1987, Rafit ziwar mantan sekertatis desa Kota Galuh  periode 1989 s/d 2007. M. Ramli warga masyarakat yang pernah tinggal dekat lokasi sei Jambor Salam. [] L24-007 (Roby Sinaga)
Diberdayakan oleh Blogger.