Seleksi Masuk PTN 2019 Pakai Sistem CAT

Lentera24.com | BANDA ACEH -- Seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia tahun ini mengalami perubahan signifikan demi menyempurnakan sistem seleksi agar hasilnya lebih kredibel, berkeadilan, transparan, efisien, dan akuntabel. Salah satu yang diubah adalah sistem ujiannya. Kalau sebelumnya ujian tulisnya berbasis lembar jawaban yang kemudian diperiksa secara komputerisasi, mulai tahun ini sistemnya diubah ke Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), mirip dengan sistem computer assisted test (CAT) pada tes CPNS.

Foto : Serambinews
Sebagaimana diketahui, CAT adalah metode seleksi dengan alat bantu komputer yang digunakan untuk mendapatkan standar minimal kompetensi dasar bagi peserta tes dan hasilnya langsung bisa diketahui setelah tes berakhir.

Selain penerapan sistem UTBK, perubahan lainnya pada seleksi penerimaan mahasiswa baru tahun ini terletak pada lembaga penyelenggaranya. “Mulai tahun ini seleksi masuk dilakukan serempak di 74 lokasi pusat layanan UTBK PTN oleh lembaga baru yang dinamakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT),” kata Rektor Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Samsul Rizal MEng menjawab Serambi di Banda Aceh, Sabtu (12/1).

Lembaga baru itu diberi mandat oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Prof Mohammad Nasir PhD untuk menyelenggarakan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang pendaftarannya dimulai 4 hingga 14 Februari 2019 maupun Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 13 April-26 Mei 2019.

“Hanya penerimaan melalui jalur mandiri yang proses seleksinya diserahkan kepada masing-masing PTN seperti berlangsung selama ini,” kata Samsul.

Sebagai lembaga baru, LTMPT diluncurkan oleh Menristekdikti Prof Mohamad Nasir PhD pada 4 Januari 2019 di Universitas Diponegoro Semarang di tengah-tengah acara Rapat Kerja Nasional Kemenristekdikti. Untuk memimpin LTMPT, Menristekdikti menunjuk Prof Dr Ravik Karsidi MS yang tahun ini berakhir masa jabatannya untuk periode kedua sebagai Rektor Universitas Sebelas Maret. Rektor Unsyiah, Prof Samsul Rizal juga hadir dalam acara launching LTMPT tersebut di Semarang, Jawa Tengah.

Kebijakan baru tentang LTMPT maupun UTBK untuk SMBPTN itu, kata Samsul, diatur dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 60 Tahun 2018. Di dalam peraturan tersebut dinyatakan bahwa jalur SMPTN 2019 ada tiga, meliputi SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi mandiri. Untuk jalur SNMPTN dan SBMPTN dilakukan oleh LTMPT, sedangkan jalur mandiri oleh masing-masing PTN.

Terkait UTBK, Samsul menerangkan, karena ujian tulisnya berbasis komputer maka hasilnya tak perlu ditunggu sampai satu bulan atau lebih. Cukup sepuluh hari saja pasca-UTBK maka hasilnya akan diserahkan kepada peserta tes. Ddengan bekal nilai itulah peserta tes mendaftar di program studi dan universitas tertentu sebanyak dua pilihan. “Boleh di satu universitas boleh pula di universitas lain,” terang Samsul.

Ia juga menyebutkan ada empat keuntungan bagi masyarakat dengan adanya LTMPT yang menyelenggarakan UTBK. Pertama, ujian yang berbasis komputer akan mengurangi kesalahan pengisian identitas peserta ujian, kode soal, dan pengisian lembar jawaban. Kedua, UTBK dapat dilakukan di 74 lokasi pusat layanan UTBK PTN. Ketiga, hasil UTBK dapat diserahkan lebih cepat kepada peserta tes, yakni hanya sepuluh hari setelah pelaksanaan tes. “Keempat,

setiap peserta dapat ikut tes maksimal dua kali,” kata Samsul mengutip siaran pers terbaru yang dikeluarkan Ketua LTMPT.

Untuk informasi resmi LTMPT dan layanannya dapat diakses pada www.ltmpt.ac.id atau menghubungi LPMPT di Gedung BPPT lantai 23 Jalan HM Thamrin Jakarta telepon (021) 3104041 atau call centre 08041450450.

Di akhir keterangannya, Prof Samsul Rizal mengingatkan seluruh kepala Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Aceh untuk segera mengisi dan memverfikasi data sekolah dan siswa di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebagai prasyarat bagi siswa di sekolah bersangkutan untuk itu bisa ikut seleksi masuk PTN tahun ini.

Sejalan dengan itu, para siswa kelas 3 SMA, MA, dan SMK di seluruh Aceh yang ingin melanjutkan pendidikan ke PTN tahun ini ia minta untuk memperhatikan secara cermat jadwal seleksi penerimaan mahasiswa baru 2019. Terutama karena ada kegiatan yang harus dilakukan oleh calon mahasiswa pada bulan Januari ini maupun bulan depan.

Imbauan itu disampaikan Rektor Unsyiah sehubungan dengan telah masuknya masa pengisian PDSS yang dilanjutkan dengan masa verifikasi. Pengisian dan verifikasi PDSS itu berlangsung di sekolah masing-masing pada 4-25 Januari 2019.

Menurut Samsul, kewajiban siswalah untuk mengecek apakah nama, nomor induk siswa, nilai rapor, dan portofolionya sudah di-input secara benar di PDSS. “Ini penting sekali diperhatikan, mengingat data PDSS itu merupakan persyaratan untuk ikut SNMPTN tahun ini,” kata Samsul.

Ia juga menyebutkan jadwal pendaftaran SNMPTN, yakni 4-14 Februari 2019. Pada fase ini calon mahasiswa menentukan dua program studi (prodi) dan PTN yang ia pilih tanpa harus ikut ujian tulis.

Hasilnya diumumkan pada 23 Maret 2019. Jika tidak lulus SNMPTN yang dikenal juga dengan istilah “jalur undangan”, maka calon mahasiswa masih berpeluang ikut jalur SBMPTN.

Tes masuk SBMPTN berbasis komputer diselenggarakan sepuluh gelombang (sepuluh kali layanan tes) sejak 13 April-26 Mei 2019.

Rektor juga menyebutkan bahwa pendaftaran SBMPTN berlangsung 1 Maret-1 April 2019. Sedangkan UTBK-nya dilaksanakan pada hari Sabtu dan Minggu yang terdiri atas sesi pagi dan siang di antara rentang waktu 13 April-26 Mei 2019. Hasilnya akan diumumkan pada 9 Juli 2019.

Sedangkan jalur terakhir untuk masuk PTN, yakni jalur mandiri, menurut Samsul, dilaksanakan oleh masing-masing PTN. Seperti biasanya akan dilaksanakan bersama dengan forum Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat. [] SERAMBINEWS



Diberdayakan oleh Blogger.