Sadis, Siswi SMP "Digilir" Hingga Tewas, Pacar Korban Sebagai Pelaku Utama Sempat Buron

Lentera24.com | NTB -- EA, seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi korban pemerkosaan hingga tewas.

Foto : Serambinews
Kasus yang menghebohkan warga Lombok Timur ini, ternyata melibatkan orang terdekat korban.

Ya, S (18) kekasih korban rupanya adalah dalang di balik peristiwa keji tersebut.

Terkait kasus pemerkosaan yang menewaskan siswi SMP di Lombok Timur ini, berikut Tribunnews.com sajikan beberapa faktanya.

Mulai dari kronologi hingga identitas pelaku yang dikutip Tribunnews.com dari Tribun Video.

1. Identitas pelaku

Selain S yang merupakan pacar korban, petugas juga menangkap tiga pelaku lainnya pada Sabtu (29/12/2019).

Mereka adalah Irwan Hadi (34), Makbullah (23), dan Ade Putra Ependi (25).

Ketiga pelaku tersebut merupakan teman S yang ikut memperkosa korban EA.

2. Pelaku S sempat buron

Dalang kasus pemerkosaan EA, S ternyata sempat buron selama beberapa hari.

Berdasarkan rilis dari Polres Lombok Timur, S ditangkap di wilayah Kecamatan Suralaga, Selasa (1/1/2019) sekitar pukul 08.00 WITA.

3. Kronologi

Pemerkosaan tersebut berawal saat S mengajak korban menonton acara Musabaqah.

Setelah acara selesai, S mengajak korban untuk menemaninya mabuk bersama tiga pelaku lainnya.

Dalam kondisi mabuk, S lalu menyetubuhi korban di sebuah kebun yang berada di Desa Sukamulia Praida, Bagik Payung Timur, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur.

4. Korban EA loncat dari motor

Usai menyetubuhi korban, S menawarkan korban untuk disetubuhi ketiga pelaku lainnya, namun korban menolak

Setelah dirayu, korban EA akhirnya mau dibonceng pelaku Irwan untuk diantar pulang.

Namun diduga karena ketakutan, korban kemudian loncat dari atas motor yang dikemudikan Irwan.

Korban mengalami luka di bagian kepala dan telinga mengeluarkan darah hingga tidak sadarkan diri.

5. Pelaku kembali menyetubuhi korban

Mengetahui korban tak sadarkan diri, S justru kembali membawa EA ke kebun dan menyetubuhinya.

EA kemudian diserahkan kepada tersangka Irwan dan Makbullah yang sudah menunggu di sebuah gudang di Dusun Lendang, Desa Sukarma, Kecamatan Aikmel.

Kedua pelaku lalu menyetubuhi korban yang saat itu dalam keadaan pingsan secara bergiliran.

Setelah memperkosa, kedua pelaku tersebut membawa korban ke puskesmas Kalijaga, namun di tengah perjalanan korban meninggal dunia.

Keempat pelaku kemudian mengarang cerita seolah-olah korban di temukan di tengah jalan dalam keadaan sempoyongan.

Kasus ini terkuak setelah petugas mencurigai kejanggalan dari keterangan para pelaku. [] SERAMBINEWS



Diberdayakan oleh Blogger.