Peternakan Ayam Diberhentikan 3 Bulan, Forkompimcam Gelar Rapat

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Polemik Diberhentikan izin bagi peterternak ayam selama 3 bulan terakhir, Forkompimcam terdiri dari Kapolsek, Danramil, Camat dan Ketua Forum peternak ayam se kecamatan Rantau melaksaksna rapat konsolidasi di ruangan kerja Camat Rantau Aceh Tamiang, Rabu (30/1).


Konsolidasi ini membahas terkait agar supaya diberikan izin kembali untuk peternak ayam di Desa Sapta Jaya yang selama 3 bulan terakhir dihentikan oleh pihak Forkompimcam Rantau, Aceh
Tamiang. 

Berdasarkan rapat tersebut selaku ketua Forum Peternak Ayam Elfian Raden mengatakan saat ini peternak ayam sudah membuat kandang yang selayak mungkin, dengan memakai kelambu di sekeliling kandang ayam agar terhindar bertelur nya lalat.  

Efian raden juga menyampaikan agar pihak terkait memberikan ijin, dikarenakan selama penghentian 3 bulan ini banyak pemilik kandang ayam yang menjual asetnya untuk menutupi uang Bank dan bahkan ada juga yang menimpa bank kembali untuk menutupi angsurannya. 

"Para peternak masih menunggu apapun yang diputuskan oleh Forkopimcam Rantau dan sebelum diputuskan diharapkan Forkopimcam segera meninjau lokasi apakah layak atau tidak," ungkap Elfi

Kapolsek Ipda Bima Nugraha menyampaikan, Forkopimcam dalam waktu dekat akan segera mengecek kandang ayam dan menyarankan tekhnis cara mengurangi lalat agar tidak masuk kepemukiman warga serta harus ada pembuatan spanduk dari pemilik kandang ayam yang menunjukkan kandang yang layak dan tidak layak.

Selanjutnya arahan Danramil Kapten Inf Said Muhammad, mengharapkan agar adanya usaha dan upaya dari pemilik kandang ayam untuk tidak terjadi kembali wabah lalat khususnya di Desa Sapta Jaya.

Terakhir arahan dari Camat Rantau Zainudin SE Camat Rantau juga mengatakan akan membuat jadwal untuk meninjau kandang sebelum dimasukkan bibit ayam.

Camat mengharapkan para peternak ayam untuk mengikuti ketentuan yang menjadi keputusan bersama serta pada saat melakukan pengecekan kandang agar melibatkan Datok Penghulu, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda setempat. [] L24-006
Diberdayakan oleh Blogger.