Apa Iya Sih, Bupati Tamiang Tak Hadiri Coffe Morning Alasan Terlambat... ???

Lentera24.com | ACEH TAMIANG --Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang dalam menyikapi berbagai informasi dari berbagai elemen masyarakat, terutama dari kalangan jurnalis melalui berbagai medianya masing-masing maupun informasi yang disebarkan masyarakat melalui media sosial (medsos) terkait sejumlah kebijakan yang diambil Pemerintah setempat, terutama masalah pengangkatan dan pelantikan Sekda serta proses pemilihan Ketua Majelis Pendidikan Daerah (MPD).



Diawal tahun 2019 yang merupakan tahun kedua masa pemerintahan yang dinakhodai Mursil, SH, M.Kn dan H.T. Insyafuddin, melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian, Pemkab Aceh Tamiang menggelar kegiatan menyambut tahun kerja 2019. Acara dimaksud dilakukan dengan bersilaturrahmi dalam momentum coffe morning Pemkab Aceh Tamiang dengan insan pers dan elemen sipil, Senin (14/2) diaula Diskominfo Persandian setempat.

Sayangnya pada coffe morning tersebut, Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, SH,MKn terkesan sengaja menghindar untuk menghadirinya. Sehingga Wakil Bupati, H.T. Insyafuddin, ST yang tampak hadir dan memberikan pencerahan kepada para undangan. Pada acara itu hadir juga Wakapolres Aceh Tamiang dan Kasdim 0117/ATAM yang didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh Tamiang, Amiruddin. Y.

Ketidak hadiran Bupati pada coffe morning itu sempat dipertanyakan banyak kalangan. Informasi diperoleh, dikabarkan Bupati Mursil tidak datang karena keterlambatan. Alasan lambatnya hadir tersebut kata sejumlah sumber di forum coffe morning merupakan sebuah alasan klasik yang srngaja dibuat-buat dari sang Bupati.

Wakil Bupati Aceh Tamiang, H.T. Insyafuddin ST menyebutkan, kebijakan Kepala Daerah terhadap langkah-langkahnya dalam menjalankan roda pemerintahan, seperti pengangkatan dan pelantikan Sekretaris Daerah baru-baru ini selalu mengacu kepada aturan berlaku, meskipun demikian, Insyafuddin juga mengakui, diantara kegiatan ada campur tangannya Pemerintah yang mengakibatkan proses panitia menjadi tidak sempurna, hal itu kata Insyafuddin terjadi pada proses pemilihan Ketua MPD.

Menanggapi dari Direktur Eksekutif LSM LembaTari, Sayed Zainal, M.SH bahwa pihaknya melihat terjadinya miskomunikasi antara Pemkab Aceh Tamiang dengan insan pers, sehingga bermunculan gonjang-ganjing yang sempat menghebohkan dalam hal sejumlah persoalan kebijakan yang diambil Kepala Daerah.

"Memang ada, yaitu seperti terkait persoalan MPD. Tapi apa boleh baut (buat-red), lah" ujar Insyafuddin. Apa yang disampaikan Wakil Bupati dimaksud dapat difahami oleh segenap tamu undangan, karena persoalan tersebut merupakan kewenangan sang penguasa daerah bergelar Bumi Muda Sedia, yakni Bupati.

Wakil Bupati juga menyatakan kalau selama menjadi orang nomor 2 di Kabupaten itu, dirinya akan selalu berbuat maksimal dalam menjalan tupoksinya sesuai kewenangannya.

"Masa saya sebagai wakil Bupati masih ada 4 tahun lagi, maka saya selalu berdoa kepada Allah. Ya Allah, jagalah aku, jaga dunia dan akhiratku," ungkap orang yang kerap disapa Ustadz ini. [] L24-002

Diberdayakan oleh Blogger.