Presiden Jokowi Bertemu Nyak Sandang

Lentera24.com | BANDA ACEH -- Keinginan Nyak Sandang untuk melihat secara jelas wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya kesampaian.



Sang pemilik obligasi pembelian pesawat pertama Republik Indonesia (RI 001) ini bertemu Presiden Jokowi di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, Jumat (14/12/2018) malam, sesaat Presiden Jokowi hendak bertolak kembali ke Jakarta.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi tiba di Aceh pada, Kamis (13/12/2018) malam dalam rangka kunjungan kerja. 

Kunker Presiden Jokowi di Aceh diawali pertemuan dengan para ulama di Hotel Hermes pada Jumat (14/12/2018) pagi.

Setelah itu, Presiden Jokowi bertemu para pendamping desa di Kampus Darussalam, melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman, ground breaking jalan tol Sigli-Banda Aceh, serta bertemu relawan dan tim kampanye.

Menjelang kepulangannya ke Jakarta, Presiden Jokowi menyempatkan diri bertemu dengan Nyak Sandang, salah satu warga Aceh yang menyumbang pembelian pesawat pertama Republik Indonesia (RI 001 Seulawah).

Dalam pertemuan dengan Presiden itu, Nyak Sandang ditemani oleh putranya, Khaidar.

Pertemuan Nyak Sandang bersama putranya dan Presiden Jokowi ini direkam dalam bentuk foto dan video oleh pihak Biro Pers Istana Kepresidenan.

Video yang merekam pertemuan Nyak Sandang dan Presiden Jokowi ini kemudian diunggah ke Youtube oleh Ketua Rumoh Umat (Lembaga filatropi Muslim Aceh) Mustafa Husen Woyla, Jumat (14/12/2018) malam.

“Video ini dikirim oleh politisi PDIP Aceh, Helmy N Hakim, dan kemudian saya unggah ke Youtube,” kata Mustafa Husen ketika dikonfirmasi Serambinews.com.

Mustafa juga menyampaikan terima kasihnya kepada Helmy N Hakim dan semua pihak yang telah memfasilitasi pertemuan Nyak Sandang dengan Presiden Jokowi

Dalam video berdurasi 2 menit 36 detik itu, terlihat Nyak Sandang sangat gembira bisa bertemu orang nomor 1 di Indonesia ini.

Sayup-sayup terdengar pembicaraan bahwa Nyak Sandang mengungkapkan kegembiraannya karena dapat melihat secara jelas wajah Presiden Jokowi.

“Hehehe, kemarin setelah operasi (mata) belum melihat,” ungkap Presiden Jokowi sambil menepuk-nepuk kaki Nyak Sandang.

Nyak Sandang pun tidak terlihat sungkan mengelus punggung Presiden yang sedikit menunduk ke arahnya.

“Sekarang bagaimana sudah…” Tanya Presiden.

“Sudah baik,” jawab Nyak Sandang dan putranya.

“Oh syukur Alhamdulillah,” timpal Presiden.

“Tapi hanya sebelah saja,” lanjut Nyak Sandang.

Presiden Joko Widodo, Rabu (21/3/2018) malam, saat menerima Nyak Sandang beserta putranya di Istana Merdeka Jakarta. (Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden)

Presiden Jokowi kemudian menanyakan tempat tinggal Nyak Sandang saat ini.

“Oo, di Lamno. Berarti dari sini berapa kilo,” tanya Presiden Jokowi.

“Tiga jam perjalanan,” jawab Nyak Sandang.

Nyak Sandang kemudian kembali mengungkapkan harapannya agar Presiden Jokowi membangun masjid di kampungnya.

“Nanti saya suruh orang untuk cek ke lapangan,” kata Presiden Jokowi menanggapi keinginan Nyak Sandang.

Saat itu juga Presiden memanggil salah satu stafnya untuk memastikan ada petugas yang mengecek dan merealisasikan harapan Nyak Sandang ini.

Selain tentang pembangunan masjid, Nyak Sandang seperti disampaikan putranya juga mengungkapkan keinginannya untuk melaksanakan ibadah haji.

Terkait hal ini, Presiden Jokowi mengatakan akan kesulitan bagi orang seusia Nyak Sandang untuk menunaikan ibadah haji, karena ramainya jamaah yang mencapai 3 juta orang.

Keadaan ini, kata Presiden Jokowi, sangat rentan bagi kesehatan Nyak Sandang, terutama saat berdesak-desakan dengan jutaan orang.

“Apa umroh?,” tawar Jokowi.

“Umrah jeut (umrah boleh),” tanya Khaidari kepada ayahnya yang dijawab anggukan Nyak Sandang.

“Mau juga kalau umrah,” lanjut Khaidar.

“Ya, kalau umrah lebih gampang, kalau haji… jutaan orang,” kata Presiden Jokowi.

Ini Empat Permintaan Nyak Sandang Saat Bertemu Presiden Jokowi

Dihubungi Pihak Istana

Sementara itu, Maturidi, orang yang kerap mendampingi Nyak Sandang dalam banyak kesempatan, juga mengabarkan bahwa dirinya sudah dihubungi pihak Istana Kepresidenan terkait keinginan Nyak Sandang untuk membangun masjid di kampung halamannya, di Lamno, Aceh Jaya. 

"Tadi sudah ada respons dari Istana Presiden. Saya ditelepon dari Istana untuk urusan masjid agar dibuat proposal ulang," kata Maturidi setelah menyampaikan terima kasih kepada Serambinews.comyang telah mempublikasi keinginan Nyak Sandang untuk membangun masjid di kampung halamannya. 

Maturidi adalah orang yang mendampingi Nyak Sandang dalam video yang merekam pernyataan Nyak Sandang terhadap harapannya kepada Presiden RI, Ir Joko Widodo.

Sepulang dari pertemuan dengan Presiden Jokowi di Bandara Sultan Iskandar Muda, Nyan Sandang bersama putranya dan rombongan, singgah di Kantor Harian Serambi Indonesia, di Meunasah Manyang PA, Ingin Jaya, Aceh Besar. 

Di kantor surat kabar terbesar di Aceh ini, Nyak Sandang kembali menceritakan kesan dari pertemuannya dengan Presiden Jokowi.

Ketua Rumoh Umat, Mustafa Husen Woyla dan Nyak Sandang di Kantor Harian Serambi Indonesia, Jumat (14/12/2018) malam. [] L24-012 (M. Amin)
Diberdayakan oleh Blogger.