PKS PT Sisirau Kembali Ciptakan Limbah Jangkos Aroma Busuk

Lentera24.com | ACEH TAMIANG --  Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Sisirau kembali memproduksi limbah janjangan kosong (jangkos) beraroma busuk yang berdampak mengganggu kenyamanan bagi warga Desa Sido Dadi sekitar Pabrik, terutama penduduk Dusun Perjuangan, Kantil dan Kenanga Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang.


Aroma tak sedap yang menyengat dimaksud bersumber dari ratusan ton tumpukan jangkos yang menggunung ditepi jalan masuk menuju Desa Sido Dadi, tepatnya disekitar kolam limbah PKS.

Sesepuh Desa Sido Dadi, Abdul Mutholib (69) yang ditemui Lentera24 menyebutkan, dirinya besrrta warga lain sudah sangat resah terhadap aroma yang ditimbulkan dari jangkos yang sengaja ditimbun ditepi jalan Desa oleh pihak perusahaan PT Sisirau.

"Setiap harinya, PKS ini menghasilkan limbah janjang kosong mencapai seratusan ton yang dibuang dan ditumpuk diarea ini, sehingga menimbulkan bau busuk, terlebih kalau seperti hari ini yang semalam terguyur hujan lebat," ujar Abdul Muthalib  sambil menujuk tumpukan ratusan ton jangkos, Rabu (19/12).

Kata Mutholib, tumpukan janjangan tersebut sangat merusak pemandangan mata bagi siapapun yang masuk ke Desanya, karena berada ditepi jalan tepat pintu gerbang masuk Desa, apalagi sampai menimbulkan aroma busuk, hal ini ungkap Muthalib, terjadi sejak akhir November 2018 lalu. 

Bahkan sambung pria 69 tahun ini, dari tumpukan jangkos itu telah menyebabkan munculnya lalat yang juga menyebar sampai kerumahwarga.

"Lalat itu kan merupakan sumber penyakit juga. Karena lalat menyebarkan bakteri penyakit yang bisa mengganggu kesehatan bagi kehidupan manusia," terangnya.

Dikonfirmasi, Kepala Tata Usaha (KTU) PMKS PT Sisirau, Samio menyebutkan, jankos yang menumpuk dibawah diarea pengolahan harus segera dibuang. Area kolam limbah merupakan satu tempat alternatif untuk lokasi menumpuk janjang kosong, mengingat area kebun yang biasa dijadikan tempat pembuangan jangkos terdapat kendala, yakni jalan kebun mengalami rusak akibat musim hujan, terutama perkebunan milik PT Desa Jaya.

"Bila tidak dibuang kesitu, bisa tumbang tiang iebisi pabrik karena terhimpit jangkos. Untuk kelangsungan pabrik tetap berproduksi dan karyawan bisa tetap bekerja maka jangkos harus dipindahkan dari tempatnya," ujar Samio.

Sementara itu, Asisten pengolahan pada PMKS PT Sisirau, Sahri menyebutkan, setiap harinya, PKS dimaksud menghasilkan limbah janjangan kosong sebanyak 120 ton. Sahri juga menyebutkan janjang kosong beraroma tidak sedap yang berada diarea pinggir jalan desa itu kelak akan menghasilkan pupuk kompos.

"Karena janjangan baru diipindah maka bau, tetapi lama kelamaan setelah membusuk jadi kompos maka bau itu akan hilang dengan sendirinya," ujarnya.

Namun Sahri tidak banyak komentar ketika disinggung kalau bau busuk itu bakal terjadi secara tanpa berkesudahan jika secara terus menerus jangkos tetap ditumpuk dilokasi itu.

Camat Kejuruan Muda, Rusni Devi Ariyanti, M, S.STP dikonfirmasi membenarkan kalau ada warga Sido Dadi yang komplain terhadap persoalan limbah PKS.

"Tadi pihak warga sudah saya undang kemari untuk membicarakan masalah jangkos itu. Dan saya juga akan membicarakan hal ini kepihak PKS untuk mencari solusi agar persialan ini bisa segera tuntas," ujar Devi. [] L24-002
Diberdayakan oleh Blogger.