Kisruh ADG !!! Sejumlah Warga Gampong Alur Canang Pinta Tranparansi Mantan Geuchik Razali

Lentera24.com | ACEH TIMUR -- Puluhan Warga Gampong Alur Canang Kecamatan Birem Bayen Kabupaten Aceh Timur meminta Inspektorat segera lakukan pemeriksaan kepada Mantan Geuchik Razali terkait dugaan penyimpangan pelaksanaan Alokasi Dana Gampong (ADG) mulai Tahun 2016, 2017 dan 2018.


Foto : Ilustrasi

Hal itu disampaikan TM kepada awak media, Kamis (20/12) Via Telpon. Menurutnya permintaan itu disampaikan warga karena tidak puasan dengan kepemimpinan mantan Geuchik Razali yang tidak transparan pada pengelolaan ADG semasa kepemimpinannya.

"Kami minta agar pihak inspektorat jangan tutup mata atas tindakan semena-mena mantan Geuchik dan perangkatnya dalam mengelola pembangunan gampong," ungkap TM.

Selain itu, TM yang mewakili puluhan masyarakat juga menandatangani petisi dengan 39 tuntutan dugaan penyimpangan dana Gampong yang dilakukan mantan Geuchik dan kroninya. "Kami juga lampirkan bukti pekerjaan yang diduga ada penyimpangan," ujar TM

"Kami juga berharap agar Bupati Aceh Timur,
 bapak Hasballah M Thaib mendengar keluhan kami," tukas TM

TM menambahkan permintaan itu sudah disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sejak 12 Desember yang lalu, dan kami meminta agar segera ada tindak lanjut sesuai aturan yang berlaku. "Jika mantan Geuchik terbukti bersalah, kami meminta ada tindakan kongkrit," pungkas TN

Sementara mantan Geuchik Gampong Alur Canang, Razali yang dikonfirmasi media ini, Kamis malam (20/19) mengatakan bahwa saat ini dirinya sedang menjalani proses pemeriksaan di inspektorat terkait pengelolaan dana desa.

Ia memaklumi jika terjadi gejolak ditengah-tengah masyarakat sebab ketidak puasan dalam melayani masyarakat, terlebih tentang transfaransi pengelolaan ADG.

"Itu hal wajar, tapi jika dikatakan saya tidak transparan itu tidak benar, semua tahapan pada pengelolaan  ADG saya lakukan, mulai dari musdus hingga musrenbangdes saya lakukan, jadi dimana tidak transparan nya," katanya.

Selain itu Ia juga tidak memungkiri jika pada pekerjaan fisik yang dilakukan tidak 100 % sempurna sesuai keinginan masyarakat, yang terpenting, menurutnya, seluruh prioritas pembangunan desa yang telah disepakati dan di sahkan di APBG dilaksanakan dan dikerjakan. 

"Jika memang ada penyimpangan yang saya lakukan semasa saya menjadi Geuchik, saya siap mempertanggungjawabkan nya," ujarnya.

Saat berita ini ditayangkan, media ini belum dapat mengkonfirmasi Inspektorat Aceh Timur terkait sejauh mana proses audit terhadap Geuchik Marzuki. [] L24-004 (Razzaq)

Diberdayakan oleh Blogger.