Dua Pelanggar Dicambuk, Episode Kehidupan

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Dua orang Pelanggar pasal 20 dan 34 Qanun Aceh No. 06 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat Pelanggaran Maisir/Perjudian Togel dan Khalwat/Zina diekseskui uqubat cambuk di halaman Masjid Al Munawarah, Subulussalam, Jumat (21/12). 


Terpidana HFT bin RT, perkara qanun jamariah zina, berdasarkan putusan Mahkamah Syari'yah Kota Subulussalam yang dibacakan Kasi Tindak Pidana Umum, Mhd. Hendra Damanik, SH, MH diuqubat cambuk 115 kali setelah dikurangi lima uqubat cambuk (penangkapan dan penahanan).

Lalu, I bin R perkara jarimah maisir diuqubat cambuk 11 kali setelah dikurangi dua kali cambukan (penahanan)  

Pantauan, prosesi eksekusi cambuk dikawal sejumlah petugas mendapat perhatian ratusan warga berjalan aman dan terkendali. Usai hitungan cambuk ke-30, ke-60 dan ke-100, tim medis diminta periksa kondisi terpidana, untuk dilanjut hingga mencapai 115 cambukan.  Sempat terjadi kekeliruan hitungan dari 48 ke-50, sesaat dihentikan eksekusi untuk dibenarkan.

Dihadiri unsur perwakilan Muspida, Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah (DSI-PD), H. Hermaino, SPdI, MM serta unsur terkait, asisten II Setdako, Lidin Padang dalam sambutannya menegaskan, peristiwa di sana merupakan contoh perilaku yang tidak baik. "Kita jadikan peristiwa ini pelajaran berharga, semoga ke depan tidak lagi terjadi," tegas lidin menambahkan, pemerintah daerah konsisten mendorong penegakan Syariat Islam di daerah ini.

Sementara Ust. Sabaruddin, SPdI, Kepala Baitul Mal Kota (BMK) Subulussalam dalam tausiyahnya mengingatkan, episode kehidupan manusia berubah. 

Uraikan kisah hidup sahabat Rasul SAW, Ust. Sabar menyebut Amru bin Ash diakhir hayatnya berkata kepada anaknya kalau episode awal hidupnya sangat membenci Islam dan rasul. Seandainya ia mati saat itu akan masuk neraka. Lalu episode berikutnya, ia masuk Islam dan sangat mencintai rasulullah bahkan karena sangat segan ia tak mampu menatap wajah rasul. Jika mati saat itu, akan masuk syurga. Namun episode hidupnya sepeninggal rasul, ia menjadi penasehat Muawwiyah dan ia tak tahu apakah setelah mati masuk neraka atau syurga. 

Kisah lain, Syekh Basisah mati di tiang gantungan, lalu seorang bandit besar Malik bin Dinar akhir hidupnya menjadi ulama.  

"Yang dicambuk hari ini bukan akhir episode kehidupan, boleh jadi akan jauh lebih baik dan bertaubat," tegas Sabar minta semua pihak menjadikan pelajaran berharga, bukan tontonan, apalagi ditebar melalui video dan sebagainya. [] L24-013 (Khairul) 
Diberdayakan oleh Blogger.