Datok Penghulu Tanjung Neraca Minta PT Pertamina Tindaklanjuti Keluarnya Gas

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Kampung Tanjung Neraca dari salah Satu Kampung yang terdiri dari 36 Kampung diwilayah pemerintahan Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang yang mendapatkan Pasokan pengelolaan Air bersih berbasis masyarakat dari program Pamsimas.


Pamsimas sendiri  merupakan program  nasional dalam hal penyediaan air minum dan sanitasi yang berbasis masyarakat dengan dukungan dana dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan kontribusi kepada pihak masyarakat, yang hingga sekarang ini telah selesai dalam pelaksanaan pekerjaannya berupa pengeboran di bulan yang lalu tahun 2018.

Namun di saat melakukan pengeboran dengan kedalaman lebih kurang 100 m, pekerja yang sedang bekerja  dikejutkan dengan keluarnya Gas bersamaan keluarnya air dari pengeboran tersebut.

Hal ini dibenarkan oleh ASRIL selaku Datok Penghulu Kampung Tanjung Neraca Kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang saat memberi keterangan kepada pihak awak Media Lentera24.com di lokasi pengeboran air bersih berbasis masyarakat tepatnya di samping Meunasah yang berdekatan dengan Kantor Datok Penghulu (Kepala Desa), Senin sore pukul 16.00 Wib tanggal 17 September 2018 kemarin, sehingga pemberitaan ini dipublikasikan, Selasa (18/12/2018).


Asril, Selaku Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Tanjung Neraca Wilayah Kecamatan Manyak Payed mengatakan lagi "Saat pihak petugas bersama masyarakat  melakukan pengeboran untuk mendapatkan air dengan kedalaman Lebih Kurang 100 meter lalu dengan selang waktu yang tidak lama  keluar air dari pipa pembuangan, selanjutnya bersamaan dengan keluarnya air dari hasil pengeboran terlihat berupa uap yang keluar dari ujung pipa pembuangan terlihat oleh warga yang sedang bekerja. Merasa curiga yang dirasakan oleh warga saat bekerja, lalu salah satu warga sebagai pekerja mengambil korek api dan membakar uap yang keluar dari ujung pipa pembuangan, dengan rasa terkejut saat dibakar uap tersebut dengan cepat menyambar serta mengeluarkan Api yang tidak bisa dipadamkan walaupun dengan berskala kecil, Ungkap Asril selaku Datok Penghulu.

Diakhir penyampaiannya, Datok Penghulu (Kepala Desa) ASRIL mengatakan "Saya menghimbaukan kepada pihak PT Pertamina EP Field Rantau Aceh Tamiang agar dapat mengutus dari perwakilan untuk dapat meninjau dan melihat secara langsung dengan kemunculan Gas serta dapat mengeluarkan api yang tidak bisa padam disaat mesin pompa air dinyalakan dengan menggunakan arus listrik.

"Selain itu juga saya selaku Datok Penghulu (Kepala Desa-Red)) Kampung Neraca kecamatan Manyak Payed meminta kepada pihak PT Pertamina dapat bekerja sama dengan pihak kampung untuk memberikan solusi dalam menindak lanjuti terkait munculnya Gas dari hasil pengeboran air sehingga dengan cepat dalam sebuah penanganan yang dilakukan oleh pihak PT. Pertamina  dapat mencegah hal - hal yang tidak inginkan oleh masyarakat Kampung Tanjung Neraca Khususnya, harap Asril di akhir penyampaiannya. [] L24-014 (Andi)
Diberdayakan oleh Blogger.