Bayi Ikut Ibunya Mendekam dalam Penjara, Ketua Fraksi Partai Aceh DPRA Minta Penangguhan Penahanan

Lentera24.com | BANDA ACEH -- Ketua Fraksi PA di DPR Aceh yang juga anggota DPRA asal Kabupaten Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Selasa (11/12/2018) siang, menjenguk 3 bayi kembar di rumah tahanan (Rutan) Bireuen, yang ikut bersama ibunya.

Foto : Serambinews
Ibu bayi ini bernama Maghfirah. Ia tersandung masalah calo PNS tahun 2015 silam. Statusnya masih tahanan titipan hakim. Sementara suaminya, Jafadli berasal dari Desa Beuringin, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur.

Kedatangan Al-Farlaky disambut oleh Kepala Rutan Sofyan dan pegawai rutannya lainnya. Di hadapan wartawan, politisi muda yang juga mantan aktivis mahasiswa ini mengutarakan bahwa, kondisi bayi dalam penjara sangat menggugah rasa kemanusiannya.

Alfarlaky juga menyerahkan santunan berupa uang tunai untuk kebutuhan 3 bayi tersebut. Selain itu, anggota Komisi I DPRA yang membidangi hukum, politik, keamanan, dan pemerintahan ini meminta penangguhanan penahanan terhadap Maghfirah.

Iskandar berkomunikasi langsung dengan Ketua PN Bireuen, Fadli.

 "Saya sudah komunikasi dan tidak ada kendala. Tinggal buat surat permohonan saja. Namun saya saya tanyakan ke suaminya, mereka nyaman di mana. Karena jawaban mereka nyaman di dalam, banyak napi perempuan yang ikut bantu lihat si bayi," jelas Iskandar.

"Mereka juga tidak ada rumah di Bireuen, jika pulang ke Peureulak, saat ikut sidang jauh. Maka sementara waktu mereka milih di dalam. Tapi saya lihat tadi semua ikut membantu mengurusi si bayi termasuk pegawai rutan," kata Al-Farlaky di hadapan wartawan yang hadir dalam kunjungan itu. [] SERAMBINEWS



Diberdayakan oleh Blogger.