Balon Gas Meledak karena Sambaran Api

Lentera24.com | SIGLI -- Penyebab balon gas meledak yang melukai tujuh warga di Gampong Meucat Teubeng, Kecamatan Pidie beberapa hari lalu akibat sambaran api yang digunakan warga untuk memutuskan benang yang mengikat rangkaian 100 balon gas.

Foto : Serambinews
Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi ST MM kepada Serambi, Sabtu (1/12) menjelaskan, penyebab balon meledak di Gampong Meucat Teubeng beberapa hari lalu yang sempat melukai tujuh warga berhasil diungkap polisi. Penyebab itu diketahui setelah polisi memeriksa warga, korban, dan Kepala SMPN 2 Sigli, Drs Mukhlis.

Menurutnya, berdasarkan keterangan saksi balon gas itu meledak akibat adanya warga yang membakar benang pengikat balon. Benang itu dibakar untuk melepaskan balon guna dibagikan kepada anak-anak.

Namun, kata Mahliadi, saat warga membakar benang, api dari benang menyambar ratusan balon tersebut sehingga terjadi ledakan secara bersamaan. Tujuh warga kebetulan berada di dekat balon terkena semburan api dari balon gas.

Dikatakan, kasus balon meledak yang melukai tujuh warga tidak terbukti adanya unsur pidana, maka polisi telah menghentikan kasus tersebut. “Ya, kasus tersebut tidak adanya unsur kesengajaan sehingga kita telah menghentikan (pengusutannya),” kata AKP Mahliadi.

Kabid Pelayanan RSU Tgk Chik Di Tiro Sigli, dr Dwi Wijaya yang dihubungi Serambi, kemarin, mengatakan, dari enam korban balon meledak yang sempat dirawat, lima korban masih dirawat intensif di ruang rawat bedah wanita dan pria. Mereka yang masih dirawat adalah Khairul Fahmi, M Nur, Arkam, Muhibul Tibri, dan Maulidar. “Sudah sembuh, mungkin dua atau tiga hari lagi sudah diizinkan pulang,” ujarnya.

Seperti diberitakan, satu insiden yang menyebabkan jatuh korban di kalangan masyarakat terjadi di Gampong Meucat Teubeng, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Sabtu (25/11) siang. Satu rangkaian balon gas yang dilepas dari upacara peringatan HUT PGRI dan Hari Guru meledak menyemburkan api menyebabkan tujuh orang--termasuk anak-anak-- mengalami luka bakar di bagian wajah, tangan, dan dada.

Setelah dilepas di SMP 2 Tijue, balon terbawa angin dan akhirnya nyangkut di sebatang pohon mangga Gampong Meucat Teubeng berjarak sekitar satu kilometer dari titik balon dilepas.

Seorang warga Meucat Teubeng, Arkam yang juga korban balon gas tersebut mengatakan, saat melihat ada balon warna-warni nyangkut di pohon mangga, langsung saja serombongan anak-anak menyerbu memanjat pohon setinggi lebih kurang lima meter itu.

“Saat itu saya datang dan meminta anak-anak turun dari pohon mangga. Saya memanjat sendiri untuk mengambil balon itu dan selanjutnya saya bawa turun membagikan kepada anak-anak,” kata Arkam.

Menurut Arkam, saat balon itu dibagikan, tiba-tiba satu balon meledak dengan suara keras disertai percikan api. Selanjutnya, scara beruntun balon lainnya meletus dan mengeluarkan api. [] SERAMBINEWS




Diberdayakan oleh Blogger.