RSUD Kota Subulussalam Tangani Sejumlah Pasien Penderita HIV AIDS

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Subulussalam tangani sejumlah pasien terindikasi penderita HIV AIDS. Bahkan dari 24 kasus (13 laki-laki dan 11 perempuan) sejak 2016 - 2018 itu, lima telah meninggal dunia, yakni dua laki-laki dan tiga perempuan. Dipastikan HIV AIDS bukan faktor utama penyebab kematian tetapi lebih kepada penyakit dampingan, seperti paru-paru, jantung atau lainnya.

Foto : Direktur RSUD Kota Subulussalam, dr. Sarifin Usman Kombih
Direktur RSUD Subulussalam, dr. Sarifin Usman Kombih, Selasa (13/11) mengatakan, 20 dari 24 kasus di sana adalah warga Kota Subulussalam, dua Aceh Singkil dan dua warga Pakpak Bharat, Sumatera Utara. 

"Beberapa pasien yang melapor membenarkan hasil pemeriksaan kita setelah diperiksa kembali di Medan, Banda Aceh," terang Sarifin pastikan tak semua pasien pasca diperiksa melapor kembali kepada pihaknya. Pasalnya, positif terindikasi mengidap penyakit HIV AIDS pasien disarankan melakukan pemeriksaan lebih intensif ke Medan atau Banda Aceh. Pihak RSUD Kota Subulussalam pun dipastikan tidak bisa memaksakan diri untuk menangani pasien karena sifatnya lebih kepada pribadi pasien.

Proses penularan HIV AIDS disebutkan akibat pergantian cairan melalui jarum suntik, gonta-ganti pasangan, berhubungan badan dengan penderita HIV AIDS atau dari ibu penderita HIV AIDS kepada anak yang dilahirkan atau saat cukur rambut, pisau silet pernah digunakan terhadap penderita HIV AIDS. 

Dijelaskan, penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV) Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di sana termasuk golongan usia produktif, yakni antara 20-40 tahun. Diketahui pasien mengidap HIV AIDS saat berobat ke RSUD Subulussalam. "Hasil komunikasi, kalau pasien  bersedia ditangani kita tangani dan rawat," tandas Sarifin. [] L24-013 (Khairul) 

Diberdayakan oleh Blogger.