Rakor III MPD di Dayah Almansyuriah Penanggalan

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Jajaran Pimpinan Dayah se-Kota Subulussalam ikuti Rapat Koordinasi (Rakor) III yang digelar Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kota Subulussalam di aula Pondok Pesantren (Ponpes) Al Mansyuriah, Desa Lae Mbersih, Kec. Penanggalan, Kota Subulussalam, Kamis (1/11).


Foto : Wakil Wali Kota, Drs. Salmaza, MAP membuka Rakor Para Pimpinan Pesantren/Dayah dan Stakeholder Pendidikan Kota Subulussalam   
Ketua MPD, Jaminuddin B, S. PdI dalam sambutannya menegaskan kalau perlu diperkuat silaturrahmi antar ponpes ke depan dihadapan Ketua Forum Komunikasi Dayah, H. Mansyur.

Targetkan ponpes menjadi rebutan ke depan, saling berbagi pemikiran antara Pimpinan Ponpes sangat diperlakukan. Kepada Wakil Wali Kota, Salmaza dan Ketua Komisi D DPRK, Haris Muda Bancin dan stakeholder, Jamin minta dipikirkan solusi merekrut guru kontrak bagi  Ponpes se-Kota Subulussalam.

Selain itu, dukungan perangkat kesehatan bagi Ponpes berupa
Pusat Kesehatan Pesantren (Puskestren) dan perlu mendapat suport dari pemerintah.  

"Sekolah negeri saja memerlukan  guru kontrak, konon lagi pondok pesantren yang tidak punya guru negeri," tegas Jamin yakin Wakil Wali Kota, Salmaza mendukung program ini. 

Apresiasi MPD dan dukung usulan di sana, Komisi D DPRK Haris Muda Bancin mengajak para Pimpinan Ponpes dan segenap unsurnya lebih meningkatkan kinerja dan pihaknya sangat mendukung.   

Membuka Rakor sehari di sana, Wakil Wali Kota, Drs. Salmaza, MAP juga mengapresiasi dukungan Ketua Komisi D terkait harapan Ketua MPD. "Menjadi pemikiran dan kita berharap bisa terwujud ke depan," tandas Salmaza pastikan,  magang guru dayah ke ponpes pavorit dan handal, tak terkecuali pengiriman santri mondok ke luar daerah harus dilakukan penataan lebih baik sehingga membawa manfaat kepada dayah dan daerah. [] L24-013 (Khairul)
Diberdayakan oleh Blogger.