Kontingen PORA XIII Asal Aceh Tamiang Difasilitasi Kelengkapan Tak Berkualitas

Lentera24.com | ACEH TAMIANG --Pengadaan alat olahraga bagi atlet asal Kabupaten Aceh Tamiang sebagai fasilitas perlengkapan kegiatan Pekan Olahraga Aceh (PORA) Aceh XIII Tahun 2018 di Jantho, Kabupaten Aceh Besar perlu dipertanyakan.

Penampilan regu silat putri asal Kabupaten Aceh Tamiang kategori seni mengenakan pakaian silat pribadi, karena pakaian yang dibelanjakan menggunakan uang Pemerintah tidak layak pakai.
Pasalnya barang yang dipergunakan untuk bertarung memperebutkan kejuaraan demi menjaga marwahnya Aceh Tamiang tersebut berdampak sangat mengecewakan para atlet serta pelatihnya.

Dikonfirmasi via ponsel, Pelatih Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Kabupaten Aceh Tamiang, Fauzi membenarkan perlengkapan pakaian yang diterima para pesilat tidak layak pakai dan tidak dipergunakan saat pertandingan pada Pora.

"Celana dan baju silat serta kaosnya sangat tipis. Sebab itu kami sarankan kepada pesilat untuk tidak menggunakan saat bertanding. Kami tidak bisa menjaminnya, bisa malu didepan umum nanti kalau koyak," ujar Fauzi, Kamis (22/11).

Selama mengikuti pertandingan melawan berbagai daerah lain, pesilat yang bernaung dibawah IPSI Aceh Tamiang dimaksud, terpaksa mengenakan pakaian silat yang selalu dikenakan pada saat latihan.

Fauzi juga menyampaikan, sewaktu pertandingan pihaknya tidak memiliki perlengkapan tanding seperti termos es dan handuk. Untuk itu Fauzi terpaksa meminjam dengan kontingen asal Kabupaten lain

Selain itu, Fauzi menambahkan, punching bag baru juga sudah koyak saat dipergunakan latihan. Imbuh Fauzi, robeknya punching bagnya ketika dipakai latihan.

Namun yang lebih anehnya lagi kata pelatih silat ini, isi dalam Punching bag tersebut bukan terbuat dari busa, tetapi terbuat dari bahan yang diluar dari akal sehat.

"Setelah koyak, baru diketahui, kalau isi puching bag itu isinya bukan busa, tetapi dari kertas koran yang dilipat-lipat," tegas Fauzi.

Sementara itu, imbuh Fauzi, perlengkapan olah raga sepatu bagi pesilat Aceh Tamiang juga sangat miris. Seoalnya selama dipakai untuk latihan, setidaknya, sebanyak dua pasang sepatu yang diterima pesilat pada 15 November 2018 lalu sudah lekang ketika dipakai latihan.

Informasi lain diterima, sepatu yang dikenakan oleh salahseorang altet sepak takraw juga mengalami hal yang sama, yakni lekang dan tidak dapat dipergunakan lagi.

Terkait persoalan dimaksud, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) pada Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang, Iskandar, ketika dikonfirmasi Lentera24 diruang kerjanya, Kamis (22/11) mengatakan belum bisa memberikan ketetangannya karena desakan pekerjaan yang harus segera diselesaikan.

"Nanti malam aja ditelfon, atau besok siang sekitar pukul 11.00 WIB datang kemari, kalau sekarang saya minta maaf, karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Sebab itulah saya pulang dari PORA," tutur Iskandar. [] L24-002
Diberdayakan oleh Blogger.