Anak Salah Kaprah ini Sudah Diamankan Di Mapolsek Rantau

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Akibat dari perbuatan tanpa didasari pemikiran dan pertimbangan yang masak oleh AL (17), berujung menimbulkan kerugian bagi pihak lain. Akhirnya AL  harus berurusan dengan pihak berwajib. Kini AL telah diamankan di Mapolsek Rantau Kabupaten Aceh Tamiang.


AL, selaku warga Dusun Pajak Pagi, Desa Rantau Paoh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang telah membongkar kayu kerangka rumah pada bagian atas untuk dijualnya.

Rumah peninggalan Almarhum Kakeknya yang kini menjadi hak bagi ibu dan uwaknya, secara diam-diam dan tanpa diketahui orangtuanya telah dipereteli bahan bangunannya dengan membongkar dan menghancurkan atap genteng rumah.

Bahan bangunan yang berhasil dibongkar serta dijual oleh AL, yakni berupa beroti galang lantai, beroti kerangka atas dan papan lantai tingkat atas.


Karena beroti galang lantai diambil, talang beton tanpa memiliki tulang kerangka besi yang terpasang didinding samping luar tembok bangunan rumah secara otomatis jatuh dari atas dan menimpah bangunan dapur rumah tetangga milik Nursiah pada Minggu (25/11) pagi.

Bukan hanya struktur bangunan dapur saja yang roboh rata dengan lantai, tetapi sejumlah perlengkapan rumah tangga Nursiah seperti mesin cuci dan peralatan dapur Nursiah juga turut serta menjadi rusak. Dan yang paling menyedihkan lagi, anak Nursiah yang bernama Nuridawati juga mengalami tertimpah serpihan reruntuhan bangunan saat mengerjakan aktifitas dapurnya. Masih bersyukur, korban tidak mengalami luka serius.

Amatan Lentera24, Kontruksi bangunan talang beton diduga tanpa menggunakan besi pengikat dan tulang, sehingga talang beton yang posisinya berada atas ketinggian sekitar 5 meter tersebut jatuh menimpah bangunan rumah milik Nursiah.

Kini posisi bangunan rumah dimaksud keadaannya sudah rusak parah akibat sudah tidak beratap dan lantai atas sudah tidak ada lagi papan dan galang beroti.


Kepada Lentera24, Rika ibu kandung AL menyatakan, dirinya beserta anaknya yang lain harus mengontrak rumah dikawasan Kampung Kebun Ubi.

"Saya dan anak-anak saya yang lain sudah lama tidak hidup serumah bersama AL, karena saya tak tahan lagi dengan perlakuan kasar dia, bahkan saya diusir sama dia dari sini," ujar Rika.

Anehnya, meskipun AL tergolong masih berusia dibawah umur, namun tindakannya sudah seperti orang dewasa. Bandelnya AL ini juga diakui oleh Datok setempat dan pihak penegak hukum Polsek Rantau serta warga seputar tempat tinggalnya.

Datok (Kepala Desa) Rantau Paoh, Siti Adnen, Babinsa Rantau Paoh Sertu Supran Suhartono dan Babinkamtibmas, Bripka Mukhsin. M juga turut hadir dalam menyaksikan penyelesaian musyawarah antara kedua keluarga yang timbulkan akibat perbuatan AL. [] L24-002
Diberdayakan oleh Blogger.