Sejumlah Siswa di Subulussalam Bantu Palu Melalui DPD KNPI

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Sejumlah siswa tingkat SMP, SMA hingga santri Pondok Pesantren (Ponpes) se-Kota Subulussalam turut membantu korban musibah gempa dan tsunami Palu,  Sulawesi Tengah. Bantuan berupa uang tunak disalurkan melalui DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Subulussalam. 

Foto : Suasana Penggalangan Dana Peduli Palu dikoordinir DPD KNPI di Subulussalam hari ini, Kamis (4/10)
Perwakilan guru dan siswa SMPN 1 Simpang Kiri menyerahkan bantuan uang tunai di Posko Penggalangan Dana KNPI Jalan T. Umar, Kec. Simpang Kiri, Subulussalam, Rabu (3/10) diterima Ketua DPD II KNPI,  Edi Sahputra Bako didampingi sejumlah rekan. Menyusul bantuan serupa diserahkan utusan Ponpes Hidayatullah, Kec. Simpang Kiri pada hari yang sama. 

Bantuan para pelajar di sana disebutkan murni partisipasi para siswa terkait karena ikut merasakan penderitaan warga terkena musibah. "Dikoordinir OSIS, dan hasilnya kami serahkan kepada Ketua KNPI untuk dilanjutkan bagi korban Palu,  Sulawesi Tengah," aku perwakilan guru SMPN 1 Simpang Kiri, Rabu (3/10). 

Menurut Ketua KNPI Edi Sahputra, pihaknya juga sudah menerima bantuan serupa dari perwakilan siswa SMAN 2 Simpang Kiri, Pesantren Raudhatul Jannah dan SMP IT Penanggalan. 

Besarnya niat dan upaya untuk menggalang dana atau bantuan kepada korban bencana dan tsunami Palu,  Edi menyebutkan program pihaknya untuk menggelar penggalangan dana dijadwalkan,  Sabtu (6/10) malam melalui acara Panggung Kreasi Anak Muda Galang Dana Palu di Lapangan Beringin Subulussalam. Bahkan pada momen nonton bareng Peristiwa G30S/PKI di tempat serupa, Minggu (30/9) malam lalu, pihaknya juga melakukan penggalangan dana meski tidak berjalan sesuai rencana akibat hujan. 

Setelah sepekan membuka Posko Penggalangan dana, dijadwalkan berakhir, Sabtu (6/10), Edi memgatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah setempat terkait sistem penyaluran kepada korban di Palu. "Kita akan berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Kota Subulussalam, yang jelas partisipasi ini tetap dalam kolidor nama daerah Subulussalam," tandas Edi. 

Pantauan hingga, Kamis (4/10), antusias sejumlah unsur pemuda, pelajar serta organisasi se-Kota Subulussalam untuk menggalang dana di sejumlah titik jalan persimpangan di daerah ini masih terus berlangsung. [] L24-Khairul 
Diberdayakan oleh Blogger.