PT Pertamina Kurang Perhatikan Nasib "Anak Macan" si Penjaga Pamping

Lentera24.com | ACEH TAMIANG --  Tercatat sejak awal Oktober 2018 hingga dengan hari ini, para pekerja lepas yang menjaga sumur Minyak  Pam Ping (Besi Angguk Angguk) milik PT. Pertamina Rantau Mogok Kerja, disebabkan upah yang mereka terima hanya berkisar Rp. 600 s/d Rp.800 ribu rupiah perbulannya, sementara beban tanggungjawab yang mereka hadapi lebih besar dari pada pekerja kontrak (Pekarya) ditempat itu. 


Foto : Ilustrasi

Demikian dikatakan oleh sejumlah Anak Macan (sebutan untuk pekerja buruh lepas) yang menjaga sumur minyak milik PT.Pertamina, yang sengaja datang menemui Awak media, Selasa (16/10).

Menurut mereka sejak bulan ini kami sudah tidak kerja untuk menjaga sumur pamping, bayangkan saja sendiri, kami dipaksa bekerja 24 jam, kami harus siap terjun ke dalam semak semak berlumpur untuk mengetahui apakah ada kebocoran pipa minyak yang sengaja dirusak oleh para illegal tapping pada jalur pipa.

Sementara para Satpam (Security) atau para Pekarya yang jelas jelas lebih besar honornya dibandingkan kami hanya tau perintah perintah dan tunjuk tunjuk saja, kami yang harus turun kedalam semak semak berlumpur itu padahal air lumpur itu bercampur kondensat akan terasa gatal dikulit, sementara kami sendiri tidak disediakan pengamanan seperti sapatu dan mantel (jas hujan), merekalah ada ada memilikinya, ungkap mereka.

Semetara itu Asisten Manejer PT Pertamina EP Rantau Fandi Prabudi yang sedang berada di Pakanbaru mengikuti Kegiatan SSK ketika dihubungi Realitas melalui Whatsapp, mengakui tidak mengetahui adanya persoalan itu, karena itu bukan bidang dia masalah itu dibawah security, "Gak tau saya pak Rohman, pamas itu dibawah security," balasnya singkat. [] L24-004 (Razzaq)

Diberdayakan oleh Blogger.