Pimpinan Ponpes Minhajussalam Pimpin Doa Dan Zikir

Lentera24.com | SUBULUSSALAM --Selain memberikan tausiyah, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Perbatasan Minhajussalam di Desa Kampung Baru, Kec. Penanggalan, Kota Subulussalam, Abu Syafrudin, diikuti Kasdim 0118/Subulussalam, Mayor Inf M. Ramdhan S. IP, unsur Muspika terkait, Babinsa/Babin Kamtibmas, segenap guru dan santri, unsur tokoh masyarakat, sejumlah kepala desa dan para perwira Kodim 0118 pimpin doa dan zikir, Rabu (10/10).

Foto: Susana zikir dan doa di Ponpes Minhajussalam Kota Subulussalam  
Zikir dan doa bersama dalam rangka peduli dan prihatin atas musibah gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah belum lama ini. 

Selain berharap semua umat bisa menjadikan musibah sebagai i'tibar atau pelajaran, Abu Syafrudin pun mendoakan agar dalam rangkaian

peringatan HUT ke-73 TNI, ke depan TNI akan lebih kuat, tangguh menghadapi bencana dan semua persoalan bangsa, mempertahankan keutuhan NKRI serta TNI yang dicintai rakyat.

Beri sambutan, Kasdim Mayor Inf M. Ramdhan S. IP mengatakan, hadir ke Ponpes Minhajussalam mewakili Dandim, Letkol Inf. Winarko S. Ag untuk bersilaturahmi sekaligus menggelar zikir dan doa bersama untuk korban gempa di Palu dan Donggala.

"Kita semua saudara, sewajarnya kita prihatin kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa dan tsunami," pungkas Ramdhan tegaskan, inti silahturahmi untuk istighatsah, doa dan zikir bersama.

Kepada para santri, Kasdim ingatkan tidak perlu takut kepada TNI, sembari mengimbau masuk tentara setelah menyelesaikan pendidikan.

"Adik-adik santri, jangan takut dengan TNI, kita adalah teman, kalau ada yang ingin masuk TNI dengan senang hati dipersilakan dan jangan sungkan-sungkan minta bantuan kepada TNI jika dibutuhkan," tegas Kasdim. [] L24-Khairul
Diberdayakan oleh Blogger.