Pendapatan tidak Sebanding dengan Pengeluaran, PTPN 1 Terbelenggu Hutang

Lentera24.com | LANGSA -- Pengeluaran PTPN 1 Aceh yang disebut-sebut mencapai Rp 120 Miliar perbulan tidak sebanding dengan pendapatan yang berkisar Rp.70 Miliar perbulan. Hal tersebut menjadikan management mengalami kesulitan untuk menanggulangi beban pengeluaran. Akibatnya, kondisi perusahaan dibelit hutang piutang. 
Foto : Ilustrasi

Seperti diberitakan sebelumnya, Perusahaan Plat merah itu masih terhutang atas gaji para karyawan, Pihak ketiga dan sejumlah proyek kegiatan yang belum dilunasi.

Bagaimana tidak, jika pengeluarannya menunjukkan angka yang fantastik, sementara kemampuan produksi perkebunan yang rata-rata sehari mampu menghasilkan 1.000 ton Tandan Buah Segar (TBS), dikali 25 hari, berarti perbulannya mampu menghasilkan 25.000 Ton TBS. Artinya, jika Randemen 21 persen dan harga jual CPO, Rp 7.000 perkilo gram, diperkirakan PTPN 1 hanya mampu meraup pundi-pundi sebanyak Rp 44 Miliar dan ditambah dengan pendapatan lain berupa Penjualan Cangkang dan Inti, perbulan PTPN 1 hanya medapatkan rupiah kurang lebih  Rp.70 Miliar saja. 

Pengeluaran yang sedemikian besar itu diakui management perusahaan meskipun tidak bersedia membeberkan angka pendapatan perusahaan. 

"Intinya, kita terus berupaya meyelesaikan sesuai kemampuan keuangan perusahaan," ujar kepala Bagian Humas, Yantri Bakti didampingi Sekretaris Perusahaan, Ahmad Ghazali menjawab pertanyaan Awak Media di kantor Direksi pekan lalu. 

Dikatakannya, menyangkut tidak tepatnya waktu pembayaran gaji kepada karyawan dan pensiunan, kata Yantri, itu bisa dimaklumin. 

"Berhubung keuangan perusahaan sangat terbatas, kita gunakan skala prioritas. Seperti pembayaran ke perbankan, pajak dan lainnya yang dianggap prioritas," katanya.

Sementara itu, Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Aceh, Nasruddin, kepada Media ini, Kamis (11/10) meminta agar management PTPN 1 segera lakukan tindakan kongkrit dengan meminimalisir pengeluaran.

Diantaranya menurut Nasruddin, seperti Perjalanan Dinas, sewa mobil dan bentuk operasional lain yang dirasa tidak begitu penting untuk dilaksanakan.

Jika hal tersebut tidak dilakukan, Nasruddin meyakini PTPN 1 bukan tidak mungkin akan Failed. "Kita tidak inginkan perusahaan Plat merah itu terus menerus terbelit hutang yang berujung gulung tikar," tegas Nasruddin. [] L24-004 (Razzaq)

Diberdayakan oleh Blogger.