Meninggal Tidak Wajar, Massa Datangi dan Bakar Kantor Polsek Bendahara

Lentera24.com| ACEH TAMIANG -- Ketidakwajaran yang diterima MH (35) Warga Dusun Damai Kampung Tanjung Keramat Kecamatan Banda Mulia Aceh Tamiang yang meninggal dengan kondisi luka memar hampir disekujur tubuhnya membuat ratusan masyarakat kampung setempat berang. Puncaknya mereka mendatangi dan membakar Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Bendahara beserta sejumlah kendaraan operasionalnya, Selasa (23/10).


Informasi yang dihimpun media ini, buntut Kejadian ini bermula pada Senin malam sekira pukul 23.00 WIB. Dimana Korban bersama satu orang rekannya berinisial AS warga Dusun Lama Kampung Alur Nunang Kecamatan Banda Mulia ditangkap oleh anggota Polsek Bendahara karena diduga sebagai pengedar N@rkoba jenis Shabu-shabu di sebuah tambak tempat korban sehari-hari bekerja.

Setelah ditangkap, kedua terduga tersangka dibawa ke Polsek Bendahara untuk dimintai keterangan. Namun sungguh sangat disayangkan keduanya malah diduga dianiaya hingga merenggut nyawa salah seorang terduga pelaku berinisial MH.

Mendapati hal tersebut masyarakat sontak berang dan kesal, puncaknya ratusan masyarakat bertindak beringas dengan membakar Kantor Polsek Bendahara.


Salah seorang masyarakat kampung Alur Nunang, yang ditanyai Media ini menuturkan kekecewaannya atas tindakan tidak terpuji yang dilakukan penegak hukum dalam hal ini Anggota Polsek Bendahara.

"Kami tidak terima atas perlakuan mereka (Anggota Polsek_red) yang dengan semena-mena menghilangkan nyawa orang," ujarnya 
dengan nada tinggi.

Selain itu, ia meminta agar para pelaku ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku. "Ini sudah tidak manusiawi, kami menyiapkan Kapolsek dan anggotanya dipecat dan diproses hukum," tuturnya dengan raut wajah sangat kesal.

Sementara itu Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melaui Wakapolres Kompol M. Nuzir yang dikonfirmasi menyampaikan bahwasanya pihak kepolisian atas perintah langsung Kapolda Aceh akan segera memproses kasus ini dan memastikan akan mencopot langsung Kapolsek Bendahara dari jabatannya karena kelalaian, serta memproses seluruh anggotanya. 


Ia membenarkan penangkapan terduga Pengedar N@rkoba masing-masing berinisial MH dan AS yang dilakukan oleh pihak Polsek Bendahara, namun ketika ditanyai berapa barang bukti n@rkoba yang diamankan Wakapolres belum bisa menjawab.

"Kami belum dapat memberikan keterangan berapa banyak barang bukti yang didapatkan dari korban, karena pihak Polsek belum memberikan laporannya kepihak polres", jelasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Aceh Kombes Misbahul Munauwar,  yang dikonfirmasi Awak media menyebut, saat ini Kapolsek setempat langsung dicopot dari jabatannya oleh Kapolda. 

Menurut Misbah, Kapolda Aceh Irjen Rio S Djambak langsung memerintahkan untuk mencopot Kapolsek usai mendapat laporan adanya pembakaran Polsek. Meski demikian, bentuk pelanggarannya masih didalami Propam. 


"Kapolda sudah memerintahkan mencopot jabatan Kapolsek dan kasus tersebut akan ditangani sesuai prosedur yang berlaku," jelas Misbah. 

Dikatakannya, Aksi pembakaran gedung Mapolsek Bendahara itu terjadi siang tadi. Penyebabnya, belum diketahui. Warga yang mendatangi Polsek secara ramai-ramai itu tiba-tiba tersulut emosinya. 

"Massa kemudian melakukan perusakan motor dan membakar gedung Mapolsek. Tidak ada korban jiwa dalam aksi pembakaran tersebut. Saat ini, massa sudah mulai tenang dan situasi mulai kondusif kembali," tuturnya. 

Hingga berita ini ditayangkan, Suasana Kantor Polsek masih mencekam, dan terlihat sejumlah aparat kepolisian masih berjaga-jaga dilokasi kejadian.[] L24-004 (Razzaq)

Diberdayakan oleh Blogger.