Kopkar Mon Madu Alami Krisis Keuangan, 50 Orang Tenaga Kerja Akan Diberhentikan

Lentera24.com | LANGSA -- Koperasi Karyawan (Kopkar) Mon Madu PTP Nusantara 1 Langsa mengalami krisis keuangan, Hal ini diakibatkan tidak satupun tander pekerjaan di dapat Mon Madu, alhasil kondisi Mon Madu diambang kehancuran.



Hal itu dikatakan Ketua Kopkar Mon Madu, Hasan Basri, kepada awak Media, Selasa (02/10) di salah satu warung kopi di kota langsa. Menurutnya tidak satupun tander pekerjaan berhasil dimenangkan Mon Madu. Padahal sebelumnya Mon Madu merupakan Vendor utama bagi PTPN 1 di berbagai sektor, seperti sektor Konsumsi, transportasi dan pekerjaan lain. 

Guna Mengatasi hal tersebut, pihaknya dengan penuh pertimbangan akan melakukan pengurangan tenaga kerja secara sukarela. Pengurangan tersebut, kata Hasan Basri,  dilakukan setelah sebelumnya pihaknya melakukan pertemuan dengan 50 orang perwakilan tenaga kerja. Dimana pada pertemuan tersebut pihaknya memberikan penawaran terhadap para pekerja dengan meminta para pekerja untuk mundur secara sukarela. "Untuk gaji pekerja yang masih tertunggak, kita komitmen akan segera dilunasi," ujar Hasan Basri.

Selain itu, lanjut Hasan Basri, terhitung mulai tanggal (TMT) awal Oktober mendatang pihaknya tidak akan membayar gaji terhadap para pekerja yang dianggap tidak aktif lagi bekerja di Mon Madu. "Langkah tersebut memang berat, namun itu harus dilakukan demi menyelamatkan Mon Madu," ungkap Hasan Basri yang juga Mantan Pejabat di PTPN 1 Langsa.

Bukan hanya itu, Hasan Basri mengungkapkan bahwa Mon Madu masih memiliki hutang sejak tahun 2007 sampai 2014, meski pada masa kepengurusan nya terdapat juga hutang, namun nilainya kecil. Padahal, kata Hasan Basri, PTPN 1 masih memiliki tunggakan kepada pihaknya atas pekerjaan yang nilainya lumayan untuk menyokong keuangan Mon Madu.

Meski pihaknya menyadari saat ini kondisi keuangan Mon Madu tidak jauh beda dengan PTPN 1, tapi pihaknya optimis bahwa PTPN 1 akan segera melunasinya. "Direksi sudah komitmen dengan Mon Madu, jika ada dana maka akan langsung dicairkan," ujar Hasan Basri.

Untuk mengatasi itu semua, kata Hasan Basri, pihaknya akan merubah pola dan sistem, dimana sistem buka tutup akan dilaksanakan bagi para pekerja. "Artinya bukan Mon Madu tutup, namun jika ada kerjaaan, maka ada pekerja, jika tidak ada kerjaan ya libur," ujar Hasan Basri.

Disamping itu, ada saat ini Mon Madu akan tetap buka, mengingat masih ada beberapa tender yang dimenangkan untuk segera dikerjakan. "Kita masih ada pekerjaan untuk sektor konsumsi dan simpan pinjam kepada para anggota," sebut Hasan Basri.

"Kita akan upayakan untuk mendapatkan pekerjaan, bukan hanya di PTPN 1, kita juga akan ikut tander di luar untuk menopang keuangan Mon Madu," pungkas Hasan Basri. [] L24-004 (Razzaq)

Diberdayakan oleh Blogger.