Kebakaran Rumah di Subulussalam dalam Catatan

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Peristiwa kebakaran terakhir yang terjadi di Kota Subulussalam, pekan lalu melengkapi catatan rangkaian kebakaran yang sudah berulang terjadi di daerah ini, Bumi Sada Kata Kota Subulussalam.  Kebakaran di Lorong Nurul Iman, Dusun Attaubah Desa Penanggalan Barat, Kec. Penanggalan, Kota Subulussalam Minggu (14/10) lalu sekira pukul 16.45 WIB menambah catatan itu.


Foto : Rumah sisa kebakaran di jalan nasional, persis di Desa Penanggalan, Kec. Penanggalan, Kota Subulussalam terjadi, Juni 2018 lalu yang belum mendapat perhatian
Informasi dihimpun, adalah rumah kontruksi kayu milik Salman Saraan, 40, bekerja sebagai penarik beca bermotor ukuran 5x6 cm2 diduga menjadi sumber api, meskipun Kapolres Aceh Singkil, AKBP Adrianto Argamuda melalui Kapolsek Penanggalan, Iptu Arifin Ahmad dikonfirmasi  beberapa saat pasca kejadian menyatakan masih melakukan penyelidikan. 

Kepada media ini di rumah Salman Saraan, saat gotong royong membangun rumah darurat itu berlangsung, Kamis (17/10), Kepala Dusun Nurul Iman, Rahidin Solin mengisahkan keanehan peristiwa kebakaran yang berakibat dua unit rumah milik Salman dan Dolores Banurea rata dengan tanah dalam waktu yang sangat singkat. 


Foto : Dibangun rumah darurat milik Salman Saraan secara gotong royong di Lorong Nurul Iman, Desa Penanggalan Barat, Kec. Penanggalan, Kota Subulussalam setelah sebelumnya dilalap si jago merah, Minggu (16/10) bersama empat unit lainnya
Dikatakan, satu malam sebelum kejadian, rumah Salman dalam keadaan kosong karena Salman bersama istri dan anaknya sedang menjenguk keluarganya sakit berjarak beberapa kilometer dari sana, meski dalam kecamatan yang sama. 

"Malam sebelum terjadi kebakaran, rumah dalam keadaan kosong," jelas Rahidin memastikan hal yang sama terhadap rumah di sisi kiri rumah Salman milik Dolores Banurea yang dikontrakkan kepada Riahni Ukur Tanjung, 27, juga rata dengan tanah saat kebakaran itu. Ditegaskan Rahidin, pengontrak rumah milik Dolores Banurea, 37 juga sedang berada di Sidikalang untuk sesuatu urusan sehingga peristiwa di sana sangat menyentakkan korban.


Setelah kejadian di sana, sejumlah bantuan pun turun, baik dari unsur pemerintah setempat, yakni Dinas Sosial, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga sejumlah unsir, lembaga, organisasi, seperti Ketua DPC Hanura, Affan Alfian Bintang selaku Wali Kota Subulussalam terpilih periode 2019-2023 dan DPD II KNPI Kota Subulussalam diketuai, Edi Sahputra Bako.


Kisah Salman pemilik lima orang anak pasca kejadian, tutur Rahidin yang juga keluarga dekat Salman, serasa memilukan sehingga nyaris tak ada alasan untuk menunda membangun rumah darurat atau memaksakan diri bertahan hingga dibantu pemerintah setempat. 


"Beberapa keluarga, tetangga dan kawan-kawan secara gotong royong mengadakan alat sekaligus membuat rumah sederhana untuk Salman dan keluarga di lokasi yang sudah diratakan api," tandas Rahidin menambahkan, nyaris kebakaran di sana tidak ada yang bisa diselamatkan, kecuali pakaian di badan dan satu unit beca bermotor yang menjadi andalan Salman untuk mencari nafkah hidup sehari-hari. 


Dirinci, selain pakaian dan alat rumah tangga, musnah dalam kebakaran itu milik Salman satu unit sepeda motor, televisi dan kulkas. Seperti disampaikan Kapolres Aceh Singkil melalui Kapolsek Penanggalan, tak hanya rumah Salman dan Riahni Ukur Tanjung yang rata dengan tanah, bagian belakang dua unit rumah Wahidin, PNS di lingkungan Pemko Subulussalam juga dilalap si jago merah dan bagian rumah Marwin, 32.


Catatan, kebakaran yang meluluhlantahkan tiga unit rumah semi permanen di Desa Penanggalan, Kec. Penanggalan, Kota Subulussalam, dua hari jelang Idul Fithri atau Juni 2018 silam, hingga saat ini masih terlantar, meski bagian sisa bangunan sekira 4x4m2 milik Tumangger dihuni dua kepala keluarga. "Sesuai permintaan dan ketentuan, proposal permohonannya sudah kami ajukan ke BPBD Subulussalam," aku keluarga Tumangger belum lama ini kepada media ini berharap ada realisasi permohonan di sana. 


Salman Saraan dan para korban kebakaran di Lorong Nurul Iman, pekan lalu pun berharap perhatian pemerintah membangun kembali rumah mereka agar lebih layak. 


Catatan lain, terkait kebakaran 33 unit rumah, 18 unit diantaranya hangus total dan 14 dirubuhkan di Desa Cepu Indah, Desa Subulussalam Timur, Kec. Simpang Kiri, Kota Subulussalam pada Juni 2017 silam dibantu oleh pemerintah setempat senilai Rp25 juta/unit dan Rp3,5 juta/unit yang terimbas. 


Catatan ini diharapkan sejumlah pihak menjadi evaluasi kepada pemerintah setempat, sehingga para korban kebakaran segera dibantu tanpa indikasi pilih kasih. [] L24-Khairul


Diberdayakan oleh Blogger.