Dinas Sosial Salurkan Paket Bantuan Logistik untuk WRSE di Aceh Tamiang

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Dinas Sosial Provinsi Aceh melalui dinas  Sosial Kabupaten Aceh Tamiang menyalurkan bantuan paket berupa logistik yang dibagikan kepada 30 orang Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE). Hal tersebut disampaikan  oleh Bantah Rullah selaku Kasie Jaminan Sosial pada  Dinas Sosial Aceh Tamiang saat ditemui pihak wartawan di Balai Pertemuan SKB Komplek Perkantoran Kecamatan Karang Baru Aceh Tamiang, Selasa (09/10).



Bantal Rullah menambahkan, dari 30 orang yang mendapatkan bantuan tersebut diperuntukan untuk perorangan dalam katagori WRSE seperti yang berstatus janda serta kehidupan perekonomian yang memang betul-betul tidak mampu sehingga bantuan yang diterimanya dapat digunakan sebagai usaha dalam membantu perekonomian keluarga yang layak, cetus Banta Rullah.

"Selain itu, bagi yang menerima bantuan tersebutpun harus sesuai dengan prosedur dengan cara mengajukan sebuah profosal yang nantinya akan diproses mana yang layak masuk dalam katagori Wanita Rawan Sosial Ekonomi atau tidak", sebut Banta Rullah.

Disamping itu, Sofian selaku Staf bidang Fakir dan Miskin Dinas Sosial Provinsi Aceh saat dikonfirmasikan oleh pihak wartawan mengatakan, bantuan logistik ini akan disalurkan ke seluruh kabupaten kota dalam pertahunnya yang dilakukan oleh pihak Dinas Sosial Provinsi Aceh dan bantuan yang telah disalurkan sekarang ini khususnya Kabupaten Aceh Tamiang yang bersumber dari APBA tahun 2018, terang Sofian.

Selain itu, saat pihak Wartawan menanyakan berapa jumlah anggaran yang telah terlealisasikan terhadap bantuan logistik tersebut yang bersumber dari APBA tahun 2018 kepada Staf Bidang Fakir dan Miskin Dinas Sosial Provinsi Aceh. Sopian mengatakan tidak mengetahui berapa jumlah anggaran untuk barang-barang logistik yang disalurkan ini, ungkap Sofian.

Selanjutnya, dari hasil pantauan pihak wartawan saat dalam pelaksanaan pembagian logistik yang terus berlangsung, terlihat dari salah satu bahan sembako berupa Blue Band tidak bermerk yang diduga bahan sembako tersebut dibeli secara kiloan yang dilakukan oleh pihak pengelolah anggaran. [] L24-016 (Andi)
Diberdayakan oleh Blogger.