Babinsa Selalu Eksis dalam Setiap Pertemuan Gapoktan

Lentera24.com | CILACAP -- Guna mendukung Pemerintah mewujudkan program Swasembada Pangan Nasional, Kodim 0703/Cilacap melalui Jajarannya terus melaksanakan kegiatan baik berupa pertemuan dengan kelompok tani maupun terus melaksanakan pendampingan kepada para petani yang ada di wilayahnya. Babinsa sebagai unsur pelaksanaa di lapangan terus berusaha untuk mewujudkan hal itu. 



Salah satunya yang dilakukan oleh Serma Mashadi, Babinsa Doplang wilayah Koramil 08/Adipala ketika mengikuti pertemuan rutin dengam Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) "Ngudi Rahayu" di Pendopo Kusuma Jaya, Desa Doplang, Kecamatan Adipala, Cilacap, Selasa (9/10).

Selain Babinsa, pertemuan yang rutin dilaksanakan setiap bulannya itu dihadiri oleh Kepala Deda Doplang Sakiyo, S.Pd beserta perangkatnya, PPL Doplang Weni Supiastuti, Amd, Pengamat hama penyakit padi, Slamet, Ketua Gapoktan "Ngudi Rahayu", Puryanto serta anggota kelompok tani lainnya yang berjumlah kurang lebih 50 orang.

Dalam rilis yang diterima Koresponden Pendim Cilacap, agenda pada pertemuan rutin itu membahas percepatan tanam Masa Tanam (MT) ke 1. Pada bulan Oktober, untuk percepatan tanam  dinilai sudah bisa dimulai dengan mengolah lahan dan persemaian. "Memang air irigasi belum masuk ke persawahan namun bisa kita akali dengan menggunakan mesim pompa air untuk membuat papan kluyon/persemaian bibit padi sambil menunggu air masuk ke sawah", terang PPL Weni Supriastuti. 

Selain membahas tentang pengolahan lahan, Weni Supriastuti juga menyinggung tentang bantuan benih padi 3.375 Kg/135 hektar. Menurutnya, setelah dibuat tempat persemaian nantinya, benih padi tersebut bisa segera disemai sehingga harapannya percepatan tanam dapat terlaksana sesuai dengan rencana.

Lain halnya dengan Slamet, selaku pengamat hama penyakit padi, dia menyampaikan kepada para petani agar tanam padi dilakukan secara serempak dalam satu kawasan pertanian. Terkait dengan tanaman padi, dirinya menghimbau agar dalam pemberian pupuk kimia diharapkan tidak berlebihan sehingga tidak membuat tanaman padi rentan terhadap penyakit bakteri maupun jamur. "Termasuk juga pemberantasan hama tikus harus lebih giat dan kompak di mulai dari membuat persemaian benih, karena hama ini sering kali membuat petani gagal panen", terangnya.

Demikian halnya dengan Serma Mashadi, selaku Babinsa yang mempunyai tugas serta kewajiban pendampingan dibidang pertanian bersama PPL, terus berusaha untuk bisa mewujudkan hasil panen padi petani yang maksimal sehingga program swasembada pangan diharapkan dapat terwujud. "Para petani diharapkan optimal dalam menanam padi pada musim MT 1 yang akan datang sehingga panen padinya dapat sukses, melimpah dan petaninya sejahtera", tuturnya. [] L24-Tarwan
Diberdayakan oleh Blogger.