PD-TI P3MD Manyak Payed Upayakan Pengawasan Pembangunan di Wilayah Pemerintahan Kampung

Lentera24.com | ACEH TAMIANG -- Dalam pelaksanaan kegiatan di bidang Pembangunan fisik berupa Rabat Beton sepanjang 410 M yang bersumber dari anggara Dana Desa (DD) APBN 2018 tepatnya di dusun Asahan Kampung Seunebok Baro Kecamatan Manyak Manyak Payed Aceh Tamiang yang sedang dalam proses pengerjaan, Pendamping Desa Teknik Infrastruktur (PD-TI) Program P3MD T. Ery Mulyadi, ST wilayah kerja Kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang turun langsung ke lokasi kerja guna melihat langsung proses pelaksanaan pembangunan, Senin (03/09).


T.Eri Mulyadi, ST selaku PD-TI wilayah Tugas Kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang yang didampingi oleh Rubianto Selaku ketua  Tim Pelaksanaan Kegiatan (TPK) Kampung Seunebok Baro saat melakukan Monitoring pada pelaksanaan kegiatan yang sedang berjalan mengatakan kepada pihak awak media "Dalam pelaksanaan kigiatan pembangunan bebaik, pembuatan Rabat Beton sudah sesuai standart baik dari ketebalan maupun dari ukuran matrialpun sudah maksimal yang nantinya terlihat sempurna apabila pembangunan yang dikerjakan sekesai, ungkap T.Ery Mulyadi.

Lebih lanjut, T.Ery Mulyadi menyampaikan kepada Rubianto Selaku Ketua TPK , setelah selesai dalam pelaksanaan pengecoran ini dikerjakan dapat menunggu waktu agar tidak dilalui oleh kendaraan yang mengangkut beban terlalu berat, biarkan mencapai kekuatan maksimal terhadap Beton selama 28 hari sehingga mendapatkan hasil pekerjaan yang betul - Betul sempurna, Pesan T.Ery kepada Ketua TPK.

"Dalam hal ini pun, kita bersama pihak PLD dan Pihak PD-TI khususnya akan terus melakukan kegiatan pengawasan,  terutama sekali dibidang pembungunan yang terlaksana diwilayah pemerintahan Kampung kecamatan manyak payed, Shingga adanya pengawasan yang baik dapat mendorong bagi pihak Desa dalam pelaksanaan pembangunan fisik apapun agar lebih bermutu dan mendapatkan kualitas yang baik, Dan tidak itu juga, PD-TI mengingatkan kepada pihak Desa agar tidak berupaya untuk melakukan kecurangan dalam mengurangi Volume terhadap pembangunan yang akan dilaksanakan yang nantinya dapat merugikan pihak desa itu sendiri,  tutup T. Ery Muliadi, ST. [] L24-014 (Andi)
Diberdayakan oleh Blogger.