Hadir Wakil Wali Kota, Dandim Irup Hardikda di Subulussalam

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Hadir Wakil Wali Kota, Drs. Salmaza, MAP, Dandim 0118/Subulussalam, Letkol Inf. Winarko, S.Ag, M.Tr (Han) menjadi inspektur upacara (Irup) peringatan ke-59 Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) Aceh di Lapangan Sada Kata Kota Subulussalam, Senin (3/9).

Foto : Pasukan pengibar bendera pada upacara Peringatan ke-59 Hardikda Aceh di Subulussalam, Senin (3/9)
Bacakan sambutan Gubernur Aceh, Irup Winarko yang juga memimpin pembacaan teks Pancasila mengatakan kalau peringatan Hardikda Aceh bukan semata-mata bentuk manifestasi keistimewaan Aceh dalam bidang pendidikan, tetapi sebagai bagian komitmen menempa kader-kader terdidik bangsa yang  berakhlakul karimah, sekaligus cerminan keterpanggilan jiwa menempatkan sumber daya manusia terdidik pada posisi terhormat, sebagai salah satu prioritas pembangunan yang harus dijalankan.

Melalui momentum Hardikda, segenap pelaku pendidikan dan stake holder terkait diharapkan dapat melahirkan generasi muda Aceh yang cakap, religius, kreatif, inovatif, pekerja keras, berdaya saing tinggi dan berkarakter yang kental keacehan.

"Generasi berkualitas akan mampu membawa perubahan yang terbaik bagi Aceh di masa depan dan akan lebih potensial mewujudkan Aceh Hebat,” tegas Winarko.

Dikatakan, menilai penting sektor pendidikan bagi pembangunan Aceh masa kini dan masa depan, Pemerintah Aceh menempatkan sektor menjadi salah satu  program prioritas RPJM 2017-2022, dengan sebutan 'Aceh Carong' atau Aceh Cerdas.

Sasaran utama sektor ini, antara lain penguatan pendidikan vokasional di berbagai bidang,  tersedia fasilitas pendidikan lengkap, pemerataan rasio guru di seluruh daerah, peningkatan kompetensi guru, penyediaan beasiswa bagi anak yatim dan anak miskin serta beasiswa berprestasi putra-putri Aceh untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Diharapkan, pendidikan mampu mengajarkan siswa keterampilan tidak saja kreatif dan inovatif, tetapi juga pandai merancang dan mencipta sesuatu.

Untuk mencapai target di sana, semua pihak diingatkan harus terlibat secara terintegrasi dalam mendukung program pemerintah. Diingatkan, UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah  mengatur jelas kewenangan  dalam penyelenggaraan pendidikan sehingga langkah perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan dapat dijalankan secara lebih bersinergi dan terpadu.

Soal prestasi disebutkan kalau dalam dua tahun terakhir mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Setidaknya, pada 2018, sebanyak 5.282 siswa asal Aceh lolos seleksi masuk PTN menempatkan Aceh pada ‘peringkat lima besar’ provinsi terbanyak meloloskan siswa dalam seleksi nasional masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan ‘peringkat ketiga nasional penerima Beasiswa Bidikmisi. [] L24-Khairul

Diberdayakan oleh Blogger.