Wow.. Kapal Disulap Jadi Rumah Sakit Apung

Lentera24.com | PAPUA -- Keberadaan rumah sakit sering kali dibangun di tanah datar yang begitu luas. Tapi di Teluk Bintuni, Papua Barat, punya rumah sakit apung yang dibangun karena inovasi pemerintahnya.


Foto : Okezone.com
Rumah sakit tersebut dibuat bukan tanpa alasan. Meski hanya terdapat sekira 76.000 penduduk, mereka rata-rata tinggal di daerah pesisir. Jelas sekali untuk menuju ke rumah sakit butuh waktu yang lama dan aksesnya lumayan sulit.

Akhirnya pemerintah membuat rumah sakit apung dengan memanfaatkan kapal. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena kapal tersebut mendatangi distrik-distrik yang jauh dari daratan.

Saking penasaran dengan pelayanan dan wujud rumah sakit tersebut, Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Faried Moeloek, SpM(K) mengajak rombongan media untuk meninjau langsung rumah sakit apung itu. Menurut dia, pemerintah setempat melakukan terobosan yang tepat.

"Penduduk perlu mendapatkan pelayanan kesehatan yang maksimal. Adanya rumah sakit masuk kampung (Rampung-Red) ini jadi terobosan baru yang bisa dicontoh pemerintah lainnya," ujar Menkes Nila.]

Keberadaan rumah sakit ini sangat berharga bagi masyarakat. Menariknya, jika ingin mendapatkan pelayanan, mereka tidak perlu membayar biaya sepeser pun. Sekalipun sakit berat, bahkan harus dioperasi.

Saat Okezone mengintip bagian dalam rumah sakit apung itu, dilengkapi dengan peralatan medis yang mumpuni. Namun selama rumah sakit beroperasi, belum ada pasien bedah ditangani di dalam kapal.

"Kalau melakukan bedah yang butuh ketelitian, tidak mungkin dilakukan di dalam kapal. Pasien jelas dirujuk di lokasi yang aman, misalnya puskesmas," tambah Dokter Jaga dr Satrya, saat berbincang dengan media di Teluk Bintuni, belum lama ini.

Pasang surut ombaklah yang membuat tenaga medis ragu menangani pasien. Namun demikian, saat benar-benar kondisinya darurat, pasien bisa segera ditolong di dalam kapal.

Apalagi bagi ibu hamil yang akan melahirkan, bisa juga dibantu oleh bidan atau tenaga medis di dalam kapal, terlebih dalam kondisi darurat.

Bidan Ni'ma menyebut, adanya rumah sakit apung ini sangat membantu ibu hamil saat melahirkan. Satu tim yang terdiri dari dokter spesialis, dokter jaga, bidan dan perawat pun secara bergantian mendatangi pasien dalam kondisi darurat.

"Masyarakat bersyukur sekali ada rumah sakit ini. Apalagi kelengkapan untuk penanganan obgyn lumayan lengkap, seperti ada alat USG," ujar Bidan Ni'ma, pada kesempatan sama.

Karena kondisi tidak memungkinkan, rumah sakit apung ini tidak melayani pasien langsung di dalamnya. Tetap pasien ditangani di puskesmas setempat supaya keadaan lebih aman.

Kapal ini biasanya menyisir daerah Babo, Tofoi dan Arandano. Tiga distrik itu lumayan padat penduduknya.

Sementara itu, penanggung jawab rumah sakit ini langsung di bawah naungan RSUD Teluk Bintuni, salah satu rumah sakit berakreditasi paripurna di Papua Barat. [] OKEZONE.COM
Diberdayakan oleh Blogger.