Prilaku Habil Tidak Balas Dendam, Pesan Moral Patut Ditiru

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Perilaku dan komitmen kuat sosok Habil yang memastikan tidak akan membalas dendam atas ancaman, Qabil saudara kandungnya menjadi pesan moral penting yang patut ditiru semua umat manusia.


Pesan di sana disampaikan Drs. Bambang Chairuddin, MPd, kepala Pondok Pesantren Dayah Modern Terpadu Subulussalam dalam khutbah Idul Adha di Masjid Al Iman, Desa Jontor, Kec. Penanggalan, Kota Subulussalam, Rabu (22/8).

Diuraikan, kokitmen Habil di sana hanya didasari takut kepada Allah SWT, mengalahkan bisikan setan dan nafsu serakah yang diyakini jika dituruti akan menyeretnya ke dalam api neraka.

Lalu kepatuhan Nabi Ibrahim As kepada perintah Allah untuk menyembelih anaknya semata wayang, Ismail As menjadi sebuah sikap penuh akhlak karimah dan tidak mengelak, meski beberapa zaman setelahnya hingga saat ini banyak manusia menolak patuh kepada perintah atau larangan Allah, bahkan mengingkarinya.

Kesabaran Nabi Ismail As atas ajakan ayahnya, Nabi Ibrahim As menunjukkan tingginya keihklasan dan moral, sembari Ismail minta ayahnya tidak menangguhkan perintah Allah, meski nyawanya menjadi taruhan.

Kepada ratusan jamaah pada shalat Idul Adha yang diimami Khairul Boangmanalu di sana, Bambang tegaskan kalau seorang muslim yang bermoral tinggi akan mengikuti tradisi Nabi Ibrahim As untuk melakukan ibadah kurban sebagai upaya 'taqarrub ilallah', sekaligus membantu fakir miskin ikut menikmati daging kurban yang halal.

"Kalau Nabi Ibrahim Alaihissalam rela menyembelih satu-satunya anak kandungnya demi memenuhi perintah Allah, kenapa kita masih ragu dan pelit untuk berkurban dengan berbagai alasan," pungkas Bambang pastikan, masa waktu berkurban masih bisa dakukan selama hari tasyrik 11 hingga 13 Zulhijjah atau hingga, Sabtu (25/8) lusa.

Kisah kaum Nabi Hud ('ad) yang dimusnahkan Allah karena menolak ajaran Nabi Hud, merasa lebih pandai dan angkuh serta kaum Nabi Luth yang homoseks yang mengingkari perintah Allah sehingga dihancurkan, termasuk istri Nabi Luth, jika dihubungkan dengan kondisi saat ini dengan banyaknya bencana, menurut Bambang menjadi pertanda bahwa jika Allah menginginkan sesuatu tidak ada yang bisa memprediksi, apalagi membendung.

"Siapa yang mampu menggeser lempengan bumi, siapa yang mampu mencurahkan air hujan yang lebat dan berkepanjangan," tanya Bambang pastikan, ketaatan menjalankan semua perintah dan menjauhi semua larangan Allah adalah harga mati dan tidak bisa dipungkiri. 

Dari Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Agung Kota Subulussalam, Drs. H. Ya'kub KS, MM dikonfirmasi mengatakan, imam di sana, H. Marwan  Z, S.Ag, MM dari unsur Kemenag Kota Subulussalam dan khatib, H. Muhammad Iskandar, Lc, unsur dai Provinsi Aceh di Kota Subulussalam. [] L24-Khairul
Diberdayakan oleh Blogger.