Gunakan Joki, 9 Calon Mahasiswa UAD Ini Di-Blacklist Semua Kampus di Yogyakarta

Lentera24.com | YOGYAKARTA -- Kopertis Wilayah V DIY memerintahkan kepada semua PTS di Jogja untuk tidak memberikan akses bagi sembilan calon mahasiswa yang menggunakan jasa perjokian saat mengikuti seleksi di Fakultas Kedokteran Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kopertis juga akan menyerahkan dua nama pelaku joki kepada kampus asal untuk diberikan sanksi atas tindakannya.

Foto : Tempo.co
Koordinator Kopertis Wilayah V DIY Bambang Supriyadi menjelaskan, pihaknya akan meminta nama-nama calon mahasiswa yang tertangkap basah menggunakan jasa perjokian di UAD.

Sembilan nama tertangkap saat ujian Fakultas Kedokteran gelombang ketiga dan dua nama tertangkap ketika ujian gelombang pertama. Sebelas nama itu, kata Bambang, akan disebar di seluruh kampus di DIY sekaligus diinstruksikan agar tidak menerima nama tersebut sebagai mahasiswa baru.

"Nama-nama tersebut saya kira tidak pantas diterima di Jogja, saya akan umumkan ke semua pimpinan perguruan tinggi agar jangan mau menerima anak-anak ini", terangnya, Selasa 31 Juli 2018.

Bambang mengaku prihatin aksi menggunakan jasa joki itu justru diketahui oleh orangtua masing-masing. Artinya orangtua mereka mendukung menggunakan cara-cara tak bermoral dalam masuk perguruan tinggi.

"Mesksipun nanti pinter tetapi caranya seperti itu kan nanti di kemudian hari dia bisa menghalalkan segala cara, karena sejak awal masuk sudah punya niat seperti itu", ucapnya.

Selain sebelas nama tersebut, lanjutnya, Kopertis akan meminta dua identitas pelaku perjokian di UAD pada gelombang pertama yang menggantikan dua peserta. Menurut informasi dua nama itu tercatat sebagai mahasiswa aktif salah satu perguruan tinggi negeri (PTN). Kedua identitas itu akan diserahkan ke PTN tempat kedua mahasiswa itu belajar agar diberikan sanksi tegas oleh pihak kampus.

"UAD kan menangkap juga yang katanya dua mahasiswa itu, kami akan minta identitasnya, saya tinggal melaporkan saja ke kampus mereka, mau negeri mau swasta saya akan laporkan biar ada sanksi", ujarnya. [] OKEZONE.COM
Diberdayakan oleh Blogger.