Di-upgrade, Bom Nuklir AS Kini Bisa Lakukan 'Serangan Tembus Bumi'

Lentera24.com | WASHINGTON -- Bom nuklir B61-12 Amerika Serikat (AS) telah di-upgrade dan telah diuji dengan pesawat pembom B-2 Stealth Angkatan Udara. Bom itu kini diklaim bisa memungkinkan melakukan "earth-penetrating attack" atau "serangan menembus bumi".

Foto : Sindonews.com
Juru bicara Angkatan Udara, Kapten Hope Cronin, mengatakan uji coba pesawat itu telah dilakukan awal musim panas ini di Nellis Air Force Base, Nevada.

"Senjata yang diperbarui mencakup peningkatan keselamatan, keamanan dan keandalan," kata Cronin kepada Warrior Maven.

Menurut laporan Warrior Maven, upgrade terbaru memungkinkan bom nuklir B61-12 melakukan lima jenis serangan. Yakni, serangan menembus bumi, serangan low-yield (hasil rendah), serangan high-yield (hasil tinggi), ledakan di atas permukaan dan opsi serangan bunker-buster.

"Keuntungan utama dari B61-12 adalah bahwa paket semua kemampuan bom gravitasi terhadap semua skenario penargetan menjadi satu bom," kata Hans Kristensen, direktur Nuclear Information Project di Federation of American Scientists.

"Itu mulai dari penggunaan taktis 'bersih' dengan hasil rendah, dengan kejatuhan rendah ke serangan yang lebih kotor terhadap target bawah tanah," lanjut dia.

"Senjata nuklir yang meledak setelah menembus bumi lebih efisien mentransmisikan energi eksplosif ke tanah, sehingga lebih efektif dalam menghancurkan target yang terkubur," ujarnya.

"Peledakan di atas permukaan tanah, sebaliknya, menghasilkan fraksi yang lebih besar dari energi eksplosif memantul ke permukaan," imbuh Kristensen, yang dikutip Sputnik, Sabtu (25/8/2018). 

Dia menambahkan bahwa pesawat pembom B-2 saat ini membawa bom nuklir dari model B61-7, B61-11 dan B83-1. [] SINDONEWS.COM
Diberdayakan oleh Blogger.