Bupati Aceh Besar Kesal Batubara Cemari Pantai

"Satu minggu harus selesai dan saya akan tunggu laporan dari camat"

Lentera24.com | ACEH BESAR -- Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali menyesalkan pihak terkait yang belum menangani tumpahan batubara, sehingga mencemari lingkungan sekitar pantai Lampuuk dan Lhoknga di Kecamatan Lhoknga.

Foto : Antara
"Tumpahan batubara harus segera dibersihkan, sebab lingkungan sudah tercemar dan mengancam ekosistem pantai," tegas Bupati saat meninjau objek wisata pantai di Lhonga, Rabu.

Batubara tersebut tumpah dari kapal tongkang yang terhempas ombak di perairan Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Minggu (29/7).

Bupati meminta pihak terkait untuk membersihkannya, karena kawasan itu merupakan salah satu objek wisata alam yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

Mawardi meyesalkan belum adanya penanganan apapun dari pihak terkait dan ini harusnya menjadi prioritas dan tidak ada alasan untuk menunda.

Pada kesempatan itu ia memerintahkan Camat Lhoknga untuk mengerahkan semua kekuatan untuk menyelesaikan tumpahan batubara tersebut.

"Satu minggu harus selesai dan saya akan tunggu laporan dari camat," tegas Bupati dihadapan Muspika Lhoknga dan Panglima Laot Lampuuk di lokasi tumpahan batubara.

Menurut Mawardi, selain mencemari ekosistem yang menyebabkan banyak biota laut yang mati, kondisi ini juga berimbas buruk pada geliat pariwisata Aceh Besar yang sedang digalakkan.

Mengingat pantai Lampuuk merupakan salah satu destinasi unggulan. Apalagi menjelang Pekan Kebudayaan Aceh (PKA), akan banyak kunjungan ke Pantai Lampuuk.

"Kalau diulur-ulur pembersihannya, selain merusak pantai juga akan menggganggu aktifitas nelayan dan perekonomian masyarakat sekitar. Makanya harus disegerakan," kata Mawardi Ali. [] ANTARA
Diberdayakan oleh Blogger.