AS Tagih Janji Kim Jong-un Serahkan Senjata Nuklir Korut

Lentera24.com | WASHINGTON -- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) minta Pyongyang mewujudkan janji atau komitmennya untuk menyerahkan senjata nuklir Korea Utara (Korut). Komitmen itu dibuat dalam pertemuan puncak antara pemimpin kedua negara, Kim Jong-un dan Donald Trump di Singapura, Juni lalu.

Foto : Sindonews.com
Washington juga akan menekan negara-negara Asia Tenggara selama pertemuan pekan ini untuk mempertahankan sanksi terhadap Pyongyang.

AS mulai menagih janji perlucutan senjata nuklir atau denuklirisasi Korut setelah satelit mata-mata AS mendeteksi aktivitas baru di pabrik rudal Korea Utara. Pabrik yang diintai satelit itu merupakan penghasil rudal balistik antarbenua (ICBM) pertama yang mampu mencapai wilayah Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo kemungkinan akan bertemu dengan para pejabat Korea Utara selama pertemuan ASEAN di Singapura akhir pekan ini.

"Kami akan berada di beberapa pertemuan yang sama dengan pejabat Korea Utara. Saya tentu saja tidak dapat menghalangi interaksi apa pun yang terjadi, tetapi kami tidak memiliki jadwal mengenai pertemuan", kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert kepada wartawan.

Pejabat Departemen Luar Negeri AS yang lain sebelumnya memberi penjelasan kepada wartawan tentang perjalanan Pompeo ke Singapura, Malaysia, dan Indonesia pekan ini. Menurutnya, Menlu Pompeo akan mengingatkan ASEAN untuk mematuhi sanksi terhadap Pyongyang. 

Pejabat itu mengungkapkan ada kekhawatiran di Washington bahwa bahan bakar dari sejumlah negara dijual secara ilegal ke Korea Utara meskipun ada sanksi AS.

Menurut pejabat itu, Korea Utara akan berpartisipasi dalam forum ASEAN-regional yang dihadiri delegasi 27 negara pada hari Sabtu. Pompeo juga dijadwalkan akan hadir.

"Kami tetap prihatin dengan skala pengadaan ilegal ke Korea Utara, terutama produk minyak yang dimurnikan melalui transfer kapal ke kapal yang dilarang AS", kata pejabat yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dikutip Reuters, Rabu (1/8/2018).

Di bawah pembatasan itu, Pyongyang terbatas untuk mengimpor 4 juta barel minyak mentah dan 500.000 barel produk minyak per tahun.

Pompeo telah memimpin pembicaraan dengan Pyongyang untuk denuklirisasi menyusul pertemuan puncak bulan Juni antara pemimpin KOrut Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump.

Nauert menambahkan, AS berharap Kim menegakkan komitmen yang dia buat selama pertemuan puncak untuk denuklirisasi. Dia menolak berkomentar tentang gambar satelit mata-mata AS yang dilaporkan mengintai aktivitas pembuatan ICBM baru Korut.

"Apa yang akan kami lakukan adalah komitmen yang dibuat oleh pemimpin Kim kepada presiden kami, dan itu adalah komitmen untuk denuklirisasi. Itu adalah sesuatu yang kami perkirakan bahwa dia akan mempertahankan akhir dari tawar-menawar", kata Nauert. [] SINDONEWS.COM
Diberdayakan oleh Blogger.