Petani Kelapa Sawit Keluhkan Harga TBS

Lentera24.com | SUBULUSSALAM -- Sejumlah petani kelapa sawit di Kota Subulussalam keluhkan harga tandan buah segar (TBS). Pasalnya, harga sebelumnya Rp 1.150/kg, dalam sepekan terakhir turun menjadi Rp 900/kg.


Menurut Rahmin Bancin, petani sawit, warga Desa Suka Makmur, Kec. Simpang Kiri, Subulussalam, Senin (2/7), dalam dua pekan terakhir nyaris terjadi penurunan harga TBS setiap hari.

"Setelah lebaran kemarin, harga sawit anjlok total, Rp 900 per kilo," aku Bancin menambahkan, awalnya turun menjadi Rp 1.150 dari sebelumnya Rp 1.170/kg. Lalu, dari Rp1.050 turun lagi menjadi Rp 900/kg.
  
Rahmin pun mengkhawatirkan kalau harga TBS akan kembali turun sehingga sangat merugikan petani. "Lebih memprihatinkan, harga sawit turun, sedangkan harga kebutuhan pokok naik, tak terkecuali LPG", sesal Rahmin. 

Senada diakui petani, Darmin Tinambunan, warga Desa Penanggalan, Kec. Penanggalan terpisah. Menurut mantan Sekretaris Desa Penanggalan ini, nyaris penurunan harga TBS terjadi setiap hari. "Tiap hari turun, harga di petani cuma Rp800, sedangkan di pabrik Rp 1.050", jelas Darmin. Dikatakan, penurunan harga di sana terjadi lima hari sebelum Idul Fitri dan tiga hari sebelum Pilkada hingga saat dikonfirmasi.

Diakui, para petani berharap harga TBS kembali normal, bahkan bisa seperti harga yang sempat mencapai titik aman Rp 1.400 hingga Rp 1.500/kg. [] L24-Khairul
Diberdayakan oleh Blogger.