Kongres Luar Biasa PSSI Aceh Kembali Diundur

Lentera24.com | BANDA ACEH -- Kongres luar biasa PSSI Aceh yang semula dijadwalkan 29 Juli, diundur pelaksanaannya 1 Agustus 2018 di Banda Aceh.

Foto : Ketua Komite Pemilihan (KP) Nuzul Azmi (Pos Aceh.com) 
Disebutkan, pengunduran itu karena beradu dengan pagelaran international lari marathon Aceh, 29 Juli di Sabang. "Kongres Luar Biasa PSSI Aceh akan digelar 1 Agustus",  kata Ketua Komite Pemilihan (KP) dari Komite Bersama pelaksana Kongres PSSI Aceh, Nuzuli MS kepada pos-aceh. com baru-baru ini.

Nuzuli menyebutkan, pihaknya sudah melaksanakan sejumlah tahapan dan persiapan menyangkut administrasi dan pegiriman surat ke klub-klub anggota Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Aceh dan Askab/Askot. "Persiapan kita sudah 90 persen. Sedangkan tempat pelaksanaan masih tentatif", ungkapnya.

Ia menyebutkan, kongres luar biasa ini dilaksanakan sesuai amanah dari Komite Bersama (pelaksana kongres), Badan Atbitrase Olahraga Indonesia (Baori), PSSI Pusat, PSSI Aceh dan mengacu pada statuta PSSI 2014-2018.

Diungkapkannya, komite pemilihan sedang menunggu verifikasi anggota PSSI Aceh, yang nantinya ditetapkan sebagai vouter (yang memiliki hak suara) dan hanya sebagai peninjau. Vouter dan peninjau diumumkan 16 Juli.

Sebelum diverifikasi ada 44 anggota PSSI Aceh, terdiri 32 klub dan Askab/Askot. Kecuali itu tambahnya, komite pemilihan juga menunggu dan menerima pendaftaran bakal calon ketua umum, wakil ketua dan anggota executive comitee (Exco) atau komite eksekutif. "Pendaftaran dibuka 11 Juni dan ditutup15 Juli 2018. Hingga saat ini belum ada yang mendaftar", jelasnya.

Disebutkannya, syarat calon ketua umum, wakil ketua dan exco diantaranya diusulkan dan didukung minimal oleh satu klub anggota PSSI Aceh atau Askab/Askot. Berusia minimal 25 tahun, punya komitmen memajukan sepakbola, tidak terlibat Narkoba serta tidak sedang menjalani hukum pidana.

Secara terpisah, Sekretaris Umum KONI Aceh, M Nasir menyebutkan kongres PSSI Aceh dilaksanakan oleh Komite Bersama, 1 Agustus 2018.

Nasir menjelaskan, sesuai keputusan Badan Abitrase Olahraga Republik Indonesia (BAORI) Nomor: 01/P.BAORI/I/2018 tanggal 1 Maret 2018, menetapkan kongres PSSI Aceh dilaksanakan oleh Komite Bersama. Dari penetapan tersebut, Komite Bersama diketuai KONI Aceh dengan dua orang wakil yakni Nazir Adam dari Askab PSSI Pidie dan Idris Askab PSSI Abdya.

Ia mengungkapkan, dirinya mendapat mandat dari Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf, untuk mewakili KONI Aceh sebagai Ketua Komite Bersama Kongres PSSI Aceh.

Nasir mengatakan, Komite Bersama melaksanakan Kongres PSSI Aceh untuk memilih ketua umum baru dan sekaligus mengakhiri kisruh di tubuh organisasi sepakbola tersebut.

Seperti diketahui, BAORI menangani kekisruhan PSSI Aceh dengan PSSI Pusat, setelah Adly Tjalok mengajukan gugatan kepada badan atbitrase olahraga itu, soal PSSI Pusat menunjuk pelaksana tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI Aceh, Johar Lin Eng, di saat masa jabatan Adly sebagai Ketua Umum Asprov PSSI Aceh belum habis.

Berikut susunan komite pemilihan Kongres PSSI Aceh, Ketua Nuzuli MS (akademisi), Wakil Ketua Zulkifli Alfat (mantan pemain), Sekretaris Muhammad Kasem (tokoh sepakbola), Anggota Muhammad Amin (wasit), Nurdinsyam (jurnalis).

Komite Banding Pemilihan (KBP), Kurniawan SH, LLM, Zul Azmi SH, Hendri Saputra SHI. Hingga saat ini, komite bersama sudah melaksanakan sejumlah tahapa untuk pelaksanaan kongres.

Seperti disebut-sebut selama ini, Ketua Umum Persiraja Banda Aceh, Nazaruddin yang akrab disapa Dek Gam dan Ketua Aceh United, Zaini Yusuf akan maju mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Asprov PSSI Aceh, termasuk Adly Tjalok juga akan maju mencalonkan diri. [] L24-004
Diberdayakan oleh Blogger.