Diduga Pengadaan Fasilitas Kantor Geuchik Alue Gading Dua Fiktif

Lentera24.com | ACEH TIMUR -- Sungguh sangat ironis sepak terjang mantan PJ Geuchik Alue Gading Dua Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur. Pasalnya satu persatu dugaan kecurangan yang dilakukan selama menjabat PJ Geuchik tahun 2017 mulai terkuak.


Mulai dari pembelian tanah untuk desa tapi dibuat atas nama PJ. Pengangkatan Sekdes dari PNS secara ilegal tanpa sepengetahuan Kecaman.

Dan kali ini berdasarkan data yang diperoleh media ini ditemukan adanya kwitansi pengeluran dengan nomor : 00055/KWT/04.24/2017 Belanja modal peralatan kantor, belanja Kursi putar, kursi busa, filung kabinet dan lemari arsip sebesar Rp.8.800.000.

Semua barang tersebut dibeli dari toko Megah pada tanggal 10 Juli 2017.dan dibayar oleh bendahara desa atasnama Budi Santoso. Disetujui oleh PJ. Geuchik Desa Alue Gading Dua Nurmiati dan diverifikasi oleh Sekdes Alue Gading Dua Mariani. Diketahui Sekdes ini yang diangkat oleh PJ Geuchik tanpa sepengetahuan pihak Kecamatan Birem Bayeun, padahal dia PNS yang ditugaskan sebagai staf di Kantor Camat Birem Bayeun.

Untuk mencari fakta kebenaran tentang pembelian peralatan kantor, media ini mencoba menghubungi bendahara desa Alue Gading Dua Budi Santosa via WhatsAppnya dan dia sepertinya tidak berkenan menjawah semua pertanyaan yang ditujukan kepadanya tentang benar tidaknya barang-barang yang dimaksud ada dibeli atau tidak.

Dia hanya membalas "maaf ya bang tanyak sama bu Nurmiati aza bg saya lagi fokus orang tua sakit, sekali lg maaf y bg", tulisnya singkat.

Ini patut kita curigai tentang kebungkaman bendahara desa tersebut.

Selanjutnya dihari yang sama media ini mengkonfirmasi PJ. Geuchik Alue Gading Dua Surya via telephone selulernya dan dia mengatakan, saya tidak bisa bilang bahwa pengadaan itu fiktif, karena saya tidak pernah melihat barangnya. Apa lagi itu belum semasa saya menjabat sebagai PJ Geuchik, karena 'Sk' yang saya terima pada bulan Agustus 2017 dan pengadaan itu bulan Juli 2018. tutupnya dingakat.

Untuk mengetahui lebih detail lagi tentang adanya dugaan pengadaan peralatan Kantor Geuchik fiktif, media ini menghubungi Suwarman selaku pelaksana kegiatan via telephone selulernya, Senin (23/7) dan jawaban sangat mengejutkan, karena dia mengaku tidak tau sama sekali tentang pengadaan tersebut.

"Tidak tau dibeli apa tidak barang-barangnya, karena saya cuma menandatangani berkasnya saja, kebetulan tugas di desa Kaur Umum sehingga bertanggung jawab menandatangani berkas pengadaan Kantor tersebut. Dan jika mau tau yang sebenarnya silakan hunungi buk Nurmiati, tutupnya. [] L24-007 (Roby Sinaga)
Diberdayakan oleh Blogger.